Sebab, peserta yang ambil bagian berasal dari berbagai daerah hingga luar negeri, termasuk para pecatur bergelar Master Internasional.

"Lawan-lawan yang saya hadapi sangat kuat. Saya bersyukur bisa mengalahkan Master Internasional Irwanto Sadikin dan bermain imbang melawan Master Internasional Ronny Gunawan. Hasil ini menjadi motivasi untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama daerah," katanya.

Ia berharap prestasi tersebut dapat memotivasi para pecatur muda di Kabupaten Pamekasan agar berani tampil dan bersaing di level nasional maupun internasional.

"Saya berharap semakin banyak atlet catur dari Pamekasan yang tampil di kejuaraan bergengsi. Potensi kita sangat besar, tinggal bagaimana pembinaan dilakukan secara berkelanjutan," pungkas H. Taufikurrahman.

Terpisah, Mantan Ketua Percasi Surabaya, Budi Leksono, sebagaimana dilansir abadinews (27/6), menyampaikan bahwa penyelenggaraan turnamen tersebut memiliki tujuan yang lebih besar daripada sekadar mencari juara.

"Event ini bertujuan untuk menstimulasi atlet agar bisa meraih rating internasional. Banyak peserta yang mengikuti turnamen ini mulai dari usia 10 tahun hingga kategori veteran. Bahkan sejumlah master internasional juga turut ambil bagian dalam pertandingan," kata Budi.

Menurut dia, penyelenggaraan tahun ini menjadi tonggak baru karena untuk pertama kalinya kejuaraan digelar menggunakan standar Federasi Catur Dunia (FIDE) dan bersifat terbuka bagi peserta dari berbagai daerah maupun negara.

"Kalau sebelumnya total peserta mencapai sekitar seribu orang, kali ini kejuaraan dikemas secara internasional dengan standar FIDE dan bersifat terbuka (open). Ini menjadi kesempatan bagi atlet Surabaya maupun daerah lain untuk mengukur kemampuan melawan pecatur dari berbagai daerah dan negara," katanya.

Budi juga menegaskan bahwa dinamika organisasi yang terjadi di tubuh Percasi Surabaya tidak boleh menghambat proses pembinaan atlet dan pengembangan olahraga catur di Kota Pahlawan.

"Kita tidak melihat adanya kekosongan kepengurusan sebagai hambatan. Yang terpenting adalah bagaimana catur di Surabaya tetap bergerak dan eksis. Pembinaan harus terus berjalan demi mencari bibit-bibit baru," tegasnya.