PAMEKASAN, DIMADURAUniversitas Islam Negeri (UIN) Madura kembali menambah jajaran guru besarnya. Dosen Pascasarjana UIN Madura, Prof. Achmad Mulyadi, menerima Keputusan Menteri Agama (KMA) tentang Penetapan Guru Besar Rumpun Ilmu Agama Periode III Tahun 2025 di Jakarta, Senin (13/7/2026).

Ia menegaskan komitmennya untuk mengembangkan Ilmu Falak agar semakin bermanfaat bagi kebutuhan umat dan penguatan pendidikan Islam.

Bagi Prof. Achmad Mulyadi, capaian tersebut merupakan amanah yang harus diwujudkan melalui pengembangan ilmu pengetahuan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia pun menyampaikan rasa syukur sekaligus menyadari tanggung jawab yang semakin besar setelah menyandang jabatan akademik tertinggi.

"Alhamdulillah, saya merasa bangga dan bersyukur atas amanah ini. Namun yang lebih penting, gelar Guru Besar menjadi tantangan bagi saya untuk terus memperkuat dan memperdalam keilmuan yang selama ini saya tekuni, khususnya Ilmu Falak," ucapnya, dalam keterangan yang diterima media ini, Selasa (14/7).

Pakar Astronomi Islam itu mengajak sivitas akademika, mahasiswa, dan masyarakat untuk memberikan doa serta dukungan agar dapat menjalankan amanah tersebut dengan baik.

Menurutnya, pengembangan Ilmu Falak akan diarahkan pada kebutuhan praktis umat Islam, mulai dari penentuan arah kiblat, waktu salat, penanggalan Hijriah, hingga penguatan kajian astronomi Islam.

Dalam waktu dekat, Prof. Mulyadi juga akan berkontribusi pada Program Indonesia Berkiblat yang digagas Kementerian Agama Republik Indonesia.

Program tersebut bertujuan meningkatkan akurasi arah kiblat di masjid, musala, dan tempat ibadah melalui pendekatan ilmiah yang sesuai dengan ketentuan syariat.

"Kementerian Agama saat ini sedang melaksanakan Program Indonesia Berkiblat. Ini menjadi tugas sekaligus tantangan bagi kami. Insya Allah pada 15-16 Juli 2026, kami bersama tim akan ikut menyukseskan program tersebut," katanya.