dimadura
Beranda Tomang Sampang Pesan Minyak Kita via Facebook, Warga Sampang Nyaris Tertipu Rp74,8 Juta

Pesan Minyak Kita via Facebook, Warga Sampang Nyaris Tertipu Rp74,8 Juta

Mobil truk yang diduga digunakan terlibat dalam jual beli minyak goreng fiktif (Foto; Dok. dimadura.id)

Cropped Cropped Dimadura Logo2 1 150X150 1SAMPANG, dimadura.id – Seorang warga Kabupaten Sampang nyaris menjadi korban dugaan penipuan bermodus transaksi pembelian minyak goreng merek Minyak Kita melalui media sosial Facebook dengan nilai pesanan sebesar Rp74.800.000.

Korban bernama Samsul berasal dari Desa Gunung Rancak Kecamatan Robatal Sampang. Ia hampir tertipu saat memesan minyak goreng merek Minyak Kita.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 14 Januari 2026. Warga Desa Gunung Eleh, Kecamatan Kedungdung, mengamankan seorang sopir truk yang diduga berkaitan dengan transaksi mencurigakan tersebut.

Samsul menceritakan bahwa pemesanan minyak goreng dilakukan secara daring melalui Facebook dengan kesepakatan pembayaran dilakukan setelah barang tiba di wilayah Jawa Tengah.

Namun, kecurigaan mulai muncul saat truk pengangkut datang ke lokasi tujuan. Korban tidak diperkenankan memeriksa muatan sebelum mendapat persetujuan dari pihak penjual.

“Penjual berinisial M meminta konfirmasi terlebih dahulu dan melarang kami membuka bak truk,” ungkap Samsul.

Merasa ada kejanggalan, Samsul kemudian berkoordinasi dengan warga serta tokoh masyarakat setempat untuk memeriksa kendaraan tersebut.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan bak truk dalam kondisi kosong, tanpa muatan minyak goreng sebagaimana yang dijanjikan dalam transaksi,” kata Samsul.

Sopir truk berinisial HS, yang diketahui berasal dari Jawa Tengah, langsung diamankan bersama kendaraan oleh warga. Selanjutnya, sopir beserta truk diserahkan ke Polsek Kedungdung guna penanganan lebih lanjut.

“Kami pastikan belum ada uang yang ditransfer ke penjual,” tegas Samsul.

Kapolsek Kedungdung, Iptu Syafriwanto, membenarkan adanya pengamanan sopir truk oleh warga pada malam kejadian tersebut.

“Benar, sopir diamankan warga bersama tokoh masyarakat, kemudian diserahkan ke Polsek,” ujarnya.

Safril menambahkan, pihak kepolisian masih mendalami keterangan sopir, termasuk kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam dugaan penipuan tersebut.

“Uang transaksi belum berpindah tangan. Kami masih melakukan pendalaman untuk memastikan apakah ada unsur persengkokolan,” pungkasnya.***

Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.

Follow
Komentar
Bagikan:

Konten Iklan