Kondisi tersebut menuntut pendidikan komunikasi yang adaptif. Penguatan pembelajaran, kompetensi digital mahasiswa, riset, pengabdian kepada masyarakat, serta kolaborasi dengan dunia industri menjadi bagian penting dalam menjaga relevansi fakultas.

Nur’annafi juga menekankan pentingnya kerja bersama. Pengembangan Fikom Unitomo membutuhkan keterlibatan pimpinan, program studi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, universitas, orang tua, dunia industri, pemerintah, media, dan berbagai pemangku kepentingan.

Dengan semangat regenerasi kepemimpinan, Nur’annafi diharapkan membawa energi baru bagi Fikom Unitomo selama periode 2026–2030.

Empat tahun ke depan menjadi ruang untuk menerjemahkan amanah tersebut melalui kerja, kolaborasi, dan tanggung jawab terhadap masa depan mahasiswa.

“Saya tidak ingin menjanjikan apa-apa karena bagi saya, jabatan ini adalah amanah. Ini bukan sesuatu yang hanya untuk dirayakan, tetapi mengandung tanggung jawab yang besar,” ucapnya. ***