Program Mudik Gratis 2026 bagi Perantau Jakarta Telah Rampung, Pemkab Sumenep Siapkan 8 Bus
NEWS SUMENEP, DIMADURA–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, pastikan program Mudik Gratis bagi warga perantau yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya telah rampung siap melayani masyarakat.
Program tahunan ini dijadwalkan memberangkatkan para peserta pada Minggu, 15 Maret 2026, dari Jakarta menuju Kabupaten Sumenep.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Perhubungan (Disperkimhub) Kabupaten Sumenep, Achmad Dzulkarnain, mengatakan seluruh persiapan keberangkatan telah rampung.
Pemerintah daerah menyiapkan delapan unit bus untuk melayani para perantau yang ingin pulang ke kampung halaman.
“Seluruh persiapan sudah siap. Kami menyiapkan delapan bus untuk melayani masyarakat Sumenep yang akan mudik dari Jakarta,” kata Dzulkarnain saat dikonfirmasi, Jumat (13/3/2026).
Keberangkatan peserta dijadwalkan pada pukul 05.30 WIB dari area Parkir Timur Selatan Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta Pusat.
Para peserta kemudian akan diberangkatkan menuju Pendopo Keraton Sumenep yang menjadi titik akhir perjalanan di Kabupaten Sumenep.
Menurut Dzulkarnain, program Mudik Gratis ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memberikan kemudahan transportasi bagi warga Sumenep yang merantau di ibu kota dan wilayah sekitarnya.
Selain membantu meringankan biaya perjalanan, program tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan keselamatan perjalanan para pemudik dengan menyediakan moda transportasi yang layak dan terorganisasi.
“Program ini memang kami tujukan bagi warga asli Sumenep yang sedang merantau di Jakarta dan sekitarnya agar bisa pulang dengan aman dan nyaman,” tambah dia.
Untuk mengikuti program ini, peserta diwajibkan menunjukkan identitas resmi yang membuktikan bahwa mereka merupakan warga Sumenep, seperti kartu tanda penduduk (KTP) atau dokumen identitas lain yang relevan.
Lanjut Dzulkarnain, pemkab sumenep rutin menyelenggarakan program Mudik Gratis setiap tahun sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat perantau sekaligus mempererat hubungan antara warga di perantauan dengan daerah asalnya.
“Harapannya, program ini bisa meringankan beban biaya perjalanan para perantau sekaligus memastikan perjalanan mudik berlangsung aman dan tertib,” tutup Dzulkarnain.***
Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.
Follow




