“Alhamdulillah saya sangat bersyukur atas prestasi ini. Sebenarnya, saya tidak pernah berekspektasi menjadi peserta terbaik, bagi saya lulus UKW Utama saja sudah luar biasa,” katanya saat menyampaikan sambutan.

Menurut Prengki, UKW tidak semestinya dipandang sebagai formalitas untuk memperoleh sertifikat. Uji kompetensi merupakan bagian dari proses meningkatkan kemampuan dan profesionalitas wartawan.

“Semakin banyak jurnalis yang kompeten, maka akan semakin baik informasi yang diproduksi sehingga masyarakat akan semakin teredukasi,” kata penulis buku Merajut Mimpi Madura Provinsi itu.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada SKK Migas Jabanusa yang terus mendorong peningkatan kompetensi wartawan melalui penyelenggaraan UKW.

Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Anggono Mahendrawan, mengatakan UKW bersama LPDS menjadi salah satu ikhtiar untuk mendorong lahirnya jurnalis profesional dan kompeten.

Menurut dia, peningkatan kompetensi jurnalis semakin penting di tengah derasnya arus informasi. Kompetensi diperlukan agar wartawan mampu menghasilkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan sekaligus membantu masyarakat terhindar dari informasi keliru.

“Terima kasih LPDS yang telah bekerja sama dengan kami dalam menyelenggarakan UKW, selamat bagi para peserta terbaik,” katanya.

Direktur Eksekutif LPDS, Kristanto Hartadi, juga menyampaikan apresiasi kepada SKK Migas Jabanusa atas komitmen bersama dalam meningkatkan kompetensi wartawan melalui UKW.

Sekadar informasi, UKW LPDS-SKK Migas Jabanusa 2026 digelar di Hotel Platinum, Surabaya, selama tiga hari. Dari 42 wartawan yang mendaftar, sebanyak 38 peserta dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi dan mengikuti seluruh rangkaian ujian.

Dari jumlah tersebut, empat peserta dinyatakan belum kompeten. Rinciannya, dua peserta tingkat Utama, satu tingkat Madya, dan satu tingkat Muda.