NASIONAL, DIMADURA — Empat hari berlalu sejak lima wartawan dan tiga awak kapal hilang kontak saat menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk menjalankan tugas jurnalistik.
Mereka berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB menggunakan speedboat Arupadhatu 1. Hingga Jumat (11/9), pencarian terus diperluas, dari perairan Selat Sunda hingga Pulau Sebesi dan Pulau Umang.
Di sejumlah titik laut, tim SAR terus menyisir kemungkinan keberadaan rombongan. Di darat, keluarga dan rekan-rekan mereka menunggu kabar dengan harapan delapan orang tersebut segera ditemukan dalam keadaan selamat.
Lima wartawan yang berada dalam speedboat itu antara lain Moh Bagus Khairunnas dari LKBN Antara, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudhis Pranto dari iNews, Daus dari Anadolu Agency, dan Donald, fotografer freelance.
Sementara tiga awak kapal masing-masing Warta, Surakman, dan Heriyanto.
Sekitar 42 menit setelah keberangkatan, salah seorang penumpang masih sempat mengirimkan koordinat posisi terakhir kepada rekannya sesama jurnalis di Lampung.
Namun, sekitar pukul 15.04 WIB, komunikasi dan posisi kapal terputus. Arupadhatu 1 tidak kembali ke dermaga.
Pencarian Diperluas
Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten menerima laporan resmi pada Selasa (8/9) pukul 13.55 WIB.
Tim Rescue Unit Siaga SAR (USS) Pandeglang bergerak ke Dermaga Pagedongan sekitar pukul 14.15 WIB untuk memastikan keberadaan kapal. Pemilik kapal memastikan rombongan belum kembali dan tidak memberikan kabar.

