Menurut dia, perkembangan dunia menuntut organisasi kepemudaan untuk menyiapkan kader dengan kompetensi yang lebih luas. 

Penguasaan teknologi, bahasa, pengetahuan global, serta kemampuan membangun jejaring internasional menjadi bekal penting bagi generasi muda.

Musaffa berharap kader Ansor mampu memadukan nilai keislaman dan kebangsaan dengan wawasan serta kompetensi global. 

Dengan bekal itu, mereka diharapkan dapat mengambil peran dalam berbagai bidang, termasuk teknologi dan pengembangan masyarakat.

Musaffa menjelaskan, kesempatan Zikky melanjutkan studi diperoleh melalui program ACYLS dengan rekomendasi PW GP Ansor Jawa Timur dan dukungan kerja sama dengan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Surabaya.

Ia memandang kerja sama pendidikan tersebut sebagai salah satu jalur untuk mempererat hubungan Indonesia dan Tiongkok. 

Hubungan kedua negara, menurut dia, tidak hanya dibangun melalui komunikasi antarpemerintah, tetapi juga melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman di kalangan generasi muda.

“Diplomasi tidak selalu harus berlangsung di ruang-ruang formal. Pendidikan juga merupakan ruang diplomasi. Ketika anak muda Indonesia belajar di Tiongkok, terjadi pertukaran pengetahuan, pengalaman, budaya, dan cara pandang,” ujarnya.

Melalui kerja sama itu, PW GP Ansor Jawa Timur berharap semakin banyak kader memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan di luar negeri. 

Musaffa berharap program beasiswa tersebut dapat terus dikembangkan sehingga akses pendidikan internasional tidak berhenti pada satu orang kader.