“Kami berharap ke depan semakin banyak kuota beasiswa yang dapat diberikan kepada kader Ansor Jawa Timur. Zikky jangan menjadi yang terakhir,” harap dia.

Semantara itu, Ketua Bidang Pendidikan dan Pengembangan SDM PW GP Ansor Jawa Timur, Abdulloh Hamid, mengatakan organisasi perlu berperan aktif membuka akses pendidikan bagi kader. 

Menurutnya, peluang beasiswa harus diikuti dengan penyebaran informasi dan persiapan yang memadai agar semakin banyak kader dapat memanfaatkannya.

“Organisasi harus menjadi jembatan antara kader dan kesempatan. Informasi beasiswa harus sampai ke bawah, kader harus disiapkan, dan mereka harus berani mengambil kesempatan,” ucap Abdulloh.

Ia berharap keberangkatan Zikky dapat mendorong kader lain untuk mempersiapkan diri melanjutkan pendidikan ke luar negeri. 

Peluang tersebut, kata dia, dapat ditempuh melalui beasiswa pemerintah, perguruan tinggi, maupun kerja sama internasional.

Bagi Zikky, studi di Tianjin University merupakan kesempatan sekaligus tanggung jawab untuk membawa nama baik organisasi dan Indonesia di lingkungan akademik internasional.

Pengalaman belajar di luar negeri diharapkan dapat memperluas pengetahuan dan perspektifnya.

Abdulloh menambahkan ilmu serta pengalaman yang diperoleh Zikky diharapkan kelak tidak hanya menjadi capaian pribadi. 

Organisasi menargetkan pengalaman itu dapat memberi manfaat bagi pengembangan kader, masyarakat, dan bangsa.