dimadura
Beranda Tomang Sumenep “Semalam di Sumenep” Hidupkan UMKM Jelang Kerapan Sapi 2025

“Semalam di Sumenep” Hidupkan UMKM Jelang Kerapan Sapi 2025

Suasana meriah acara Semalam di Sumenep di Pujasera Pasar Bangkal, Sabtu malam, 13 September 2025.

Cropped Cropped Dimadura Logo2 1 150X150 1NEWS SUMENEP, DIMADURA – Pujasera Pasar Bangkal, Kecamatan Kota Sumenep, ramai oleh ribuan warga. Gelaran “Semalam di Sumenep” yang masuk rangkaian Sumenep Calendar of Event (SCOE) 2025 berlangsung meriah dan hangat, Sabtu (13/9/2025) malam.

Panggung utama berdiri megah dengan tata cahaya warna-warni, dihiasi replika naga berlampu neon. Sejak pukul 19.00 WIB, grup musik tong-tong Putra Siding Puri membuka acara dengan tabuhan khas Madura dan tari kreasi yang memukau.

Suasana makin riuh saat Zonata Music tampil. Hentakan musiknya membuat penonton bergoyang, sementara lainnya sibuk menikmati jajanan di stand kuliner dan kerajinan UMKM.

Acara ini juga menjadi penyemarak Kerapan Sapi tingkat kabupaten yang digelar keesokan harinya. Dari arena itu akan lahir wakil Sumenep untuk berlaga di Kerapan Sapi Piala Presiden 2025 di Bangkalan.

Kabid Kebudayaan Disbudporapar Sumenep, Achmad Zaini, menyampaikan, selain sebagai hiburan, “Semalam di Sumenep” ini memuat misi menggerakkan ekonomi rakyat.

“Antusiasme masyarakat luar biasa. Mereka bukan hanya menikmati hiburan, tapi juga ikut menghidupkan UMKM,” ujarnya.

Grup Musik Tampil Di Panggung Semalam Di Sumenep 2025 Di Pujasera Pasar Bangkal.
Grup musik tampil di panggung utama acara semalam di sumenep yang menjadi rangkaian sumenep calendar of event 2025.

Hal itu terbukti, puluhan lapak UMKM di sekitar lokasi kebanjiran pembeli. Mulai dari makanan, minuman, hingga kerajinan.

Menurutnya, konsep hiburan rakyat seperti ini penting untuk menghadirkan suasana kebersamaan sekaligus memperkuat identitas budaya Sumenep.

“Momen seperti ini menunjukkan bagaimana seni, budaya, dan ekonomi bisa berjalan beriringan,” katanya.

Hingga acara berakhir, suasana akrab tetap terasa. Warga menikmati musik, anak-anak bermain lampu hias, sementara pedagang sibuk melayani pembeli.

“Semalam di Sumenep” menunjukkan tradisi, budaya, dan ekonomi bisa menyatu dalam satu panggung.

“Antusiasme warga yang begitu tinggi ini menandai harapan besar agar acara serupa terus berlanjut, yang dengan sendirinya, ini akan menjadi penguat ikon pariwisata budaya di ujung timur Pulau Madura,” pungkas Achmad Zaini. ***

Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.

Follow
Komentar
Bagikan:

2

Konten Iklan