GHÂNCARAN, DIMADURA Seperti puisi Adi Sejagat di bawah ini coba memotret kondisi Indonesia hari ini. Elit bertengkar, rakyat melarat, tandon kosong, harapan tersisa di sepak bola nasional. Sederhana. Apa adanya. Tapi berhasil memantik enyuh pembacanya.

Tandon Kosong, Harapan di Gawang

Para elit gontok-gontokan Raja Ampat kemelut Program tak ada yang jelas Harga LPG tembus dua puluh dua ribu

Itu pun masih langka

Pesse melarat Cari tandon Sumber cuan kering Retak, ḍâ' sakalè ca'na kempalan

Duh, Gusteh

Untung saja Rakyat masih terhibur Dengan timnas Yang menang melawan China

Adi Sejagat | Senin, 9 Juni 2025

Mari Kita Ulas 'Seperti Puisi' Adi Sejagat

Redaksi agaknya tertarik dengan oretan pendek yang secara spontan ditulis Adi Sejagat dalam WhatsApp Group 'Sun Institute' di atas. Senin (9/6).

Membacanya, seolah saya sedang ikut merasakan apa yang sedang dialami masyarakat Sumenep saat ini, dimana di kepemimpinan Prabowo Subianto, rakyat Indonesia sedang dihadapkan dengan kebijakan efisiensi anggaran negara.

Ada nuansa kepolosan. Ada kepasrahan. Tampak juga sikap kedewasaan dalam oretan Adi Sejagat.