NEWS SUMENEP, DIMADURA — Penunjukan Akis Jasuli sebagai Ketua DPD Partai NasDem Sumenep oleh DPP ibarat penobatan raja baru yang tidak diterima sebagian “rakyatnya” sendiri. Merasa ditinggalkan, didepak, bahkan tidak dianggap, sejumlah kader lama NasDem Sumenep memilih mendirikan kerajaan baru: NasDem Korda Madura Raya.

Langkah ini diambil sebagai bentuk konsolidasi dan perlawanan terhadap kepemimpinan Akis Jasuli yang dinilai tidak mengakomodasi kader militan dan justru menimbulkan konflik internal.

Kantor pusat pergerakan baru ini beralamat di Jalan Raya Jokotole, Lingkar Barat, Desa Babalan, Kecamatan Batuan, Sumenep. Peresmian Korda tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk sesepuh dan mantan pengurus NasDem Sumenep.

Hadir dalam seremoni itu, pendiri NasDem Sumenep KH. A Sufyan Absi, mantan Ketua DPD Moh. Hosni, mantan Bendahara DPD Ainur Rahman, serta para pengurus dan kader aktif lainnya.

Mantan Ketua DPC NasDem Kalianget, Misnadin, menyampaikan bahwa pendirian Korda ini merupakan ikhtiar untuk menyelamatkan perjuangan partai yang selama ini dibangun oleh kader-kader setia.

“Kami tak ingin perjuangan kami dikubur hanya karena dibuang oleh Akis Jasuli yang tak punya loyalitas terhadap partai,” tegas Misnadin kepada media ini, Jumat (11/7).

Senada dengannya, Ketua Garda NasDem Sumenep, Ramdan Yanuaris Salam, secara tegas menolak masuk dalam struktur baru yang dibentuk oleh Akis Jasuli.

“Kepemimpinan Akis Jasuli bukan solusi, tapi justru menjadi pemicu konflik,” ujar Yanuar, panggilan akrabnya.

KH. A Sufyan Absi juga angkat suara. Ia menilai banyak kader potensial yang lebih layak memimpin partai dibanding Akis Jasuli.

“Daripada Akis Jasuli, saya lebih pilih Hosaini Adzim. Beliau punya militansi dan pengalaman yang tak diragukan,” katanya.