LEGENDA, DIMADURA – Kisah cinta antara
Bangsacara dan
Ragapadmi adalah salah satu cerita rakyat yang populer di pulau Madura, Jawa Timur.
Pada jaman dahulu kala, di pulau Madura ada seorang adipati yang sangat berkuasa bernama Banjar Galuh.
Beliau mempunyai seorang putri yg sangat cantik jelita bernama
Ragapadmi.
Suatu ketika,
Ragapadmi menderita penyakit kulit yang sangat parah, sehingga menimbulkan bau amis bagi yg mendekat.
Hal mana membuat rasa sedih dan keprihatinan bagi sang ayah serta ibundanya.
Sudah banyak tabib yang didatangkan dari berbagai daerah untuk mengobati putri semata wayangnya tersebut, namun tidak ada yang berhasil.
Sedangkan Sang Adipati mempunyai abdi kinasih yabg sangat setia bernama
Bangsacara.
Melihat penderitaan putri
Ragapadmi,
Bangsacara mengajukan diri pada Sang Adipati untuk mengobatinya.
Maka atas ijinnya
Bangsacara berupaya untuk merawat dan mengobati dengan penuh ketelatenan dan kesabaran.
Dirinya melakukan berbagai cara untuk menyembuhkan penyakit
Ragapadmi, dan akhirnya, penyakitnya sembuh.
Selama proses perawatan,
Bangsacara melakukan dg penuh kesabaran dan kasih sayang.
Witting trisno jalaran soko kulino .....
Tentunya kala melakukan pengobatan setiap hari selalu bertemu dan berkomunikasi, dan terbetiklah kontak batin di antara keduanya.
Alhasil,
Ragapadmi jatuh cinta pada
Bangsacara karena merasa berhutang budi juga atas kesabaran dan kesetiaannya.
Begitu juga dengan
Bangsacara, juga jatuh hati pada putri junjungannya.
Namun, hubungan cinta mereka terhalang oleh perbedaan status sosial.
Bangsacara hanyalah seorang abdi, sedangkan
Ragapadmi adalah putri Adipati.
Melihat situasi yang demikian, maka Sang Adipati merasa tersinggung dan marah serta tidak menyetujui hubungan mereka dan berniat akan menghukum mati
Bangsacara karena dirasa sangat lancang dengan mencintai
Ragapadmi putrinya.
Kemudian memerintahkan pada hulubalangnya untuk membuang
Bangsacara ke (Pulau) Gili Mandangin, Sampang, yang kemudian dibunuh di pulau tersebut.
Sedangkan
Ragapadmi, begitu mendengar atas kematian
Bangsacara, melakukan belapati dengan bunuh diri.
Kisah cinta
Bangsacara dan
Ragapadmi berakhir tragis, tetapi kesetiaan dan pengorbanan
Bangsacara terhadap
Ragapadmi menjadi simbol cinta sejati yang abadi.
Cerita ini sering dijadikan sebagai contoh tentang kekuatan cinta yang tidak memandang status sosial.
Sesuai dengan cerita tutur, konon lokasi keratonnya berada di Torjun Sampang.
Hanya sangat disayangkan tidak ada tanda-tanda atau bekas situs sejarah sebagai jejak peninggalannya, sehingga cerita tersebut dianggap mitos.
Namun demikian, keberadaan cerita tersebut merupakan kearifan lokal yang perlu dilestarikan, untuk melengkapi khasanah budaya Madura, juga sebagai perangsang bagi generasi muda agar mencintai sejarah.
Sekian. Mator sakalangkong