Dual Peran Sugeng di Tengah Kontroversi

Rangkap jabatan Sugeng sebagai komisioner Baznas Sumenep juga tak luput dari perhatian. Ketua Baznas, Ahmad Rahman, membenarkan status itu namun enggan berkomentar lebih jauh karena dianggap bukan ranah lembaga.

Sugeng menanggapi santai tudingan publik yang mengaitkan posisinya dengan MCF.

“Tidak masalah saya komisioner Baznas sekaligus EO. Saya sudah lama jadi EO sejak 2015. Kalau ada yang memojokkan saya, biarin aja. Itu tidak sesuai fakta,” ucapnya.

Ia menilai pekerjaannya sebagai EO tidak bersinggungan dengan tugas di Baznas. Meski begitu, sorotan publik tetap muncul, sebagian menilai rangkap jabatan itu rawan menimbulkan konflik kepentingan.

Raba-Raba SPJ

Publik juga mempertanyakan soal laporan pertanggungjawaban (SPJ) MCF 2025. Isu yang berkembang menyebut SPJ belum diserahkan ke dinas terkait.

Sugeng menepis keras tudingan itu. “Kalau SPJ tidak masuk, dana tidak akan cair. Faktanya sudah cair. Jadi tidak ada tumpang tindih,” ujarnya.

Ia memastikan seluruh kebutuhan teknis, mulai panggung, sound system, hingga kebersihan, sudah tercatat dalam laporan.

Sugeng menyebut tuduhan SPJ bermasalah hanya isu yang sengaja dipelintir, toh sebagian kalangan masih mendorong agar SPJ diumumkan terbuka, supaya publik bisa menilai langsung transparansi pengelolaan dana.