SEJARAH, DIMADURA – Bukan saja di Tumapel atau Singosari ada perempuan seperti
Ken Dedes, Majapahit dengan Gayatri Ragapadmi yang ketibanan Wahyu Ardhanareswari (Nareswari), di pulau Madura juga punya, hanya terlewati dari percaturan
sejarah.
Ada beberapa literatur dalam naskah kuno yang banyak menceritakannya, antara lain sebagai berikut:
1. Bendoro Gung
Bendoro Gung, Dyah Cendrawati putri Raja Sanghang Tunggal dari Medang Kemulan, yang diasingkan ke Madura pada abad ke IX masehi.
Beliau bertempat tinggal di Nepah Sampang Madura, sebagai putri pertama yang menurunkan putra bernama Jaka Segara.
Jaka Segara mampu mengusir Raja Keling yang akan menjajah Jawa dan Madura, dengan mengandalkan tombak Ki Nenggolo dan Ki Aluquro.
2. Nyai Sumekar
Nyai Sumekar atau Nyé Sumekar, istri dari Ki Demang Palakaran Kamituwo, Arosbaya, Bangkalan. Beliaulah yang banyak menurunkan para pemimpin pemerintahan di Bangkalan dan Pamekasan.
3. Raden Ayu Saini
Raden Ayu Saini atau Potré Konéng, ibunda Jokotole, yang banyak menurunkan para pemimpin pemerintahan di Sumenep.
4. Nyai Banu
Nyai Banu atau Nyé Banu, Ratu Pamelingan putri Ki Ageng Wonoromo, istri Pangeran Bonorogo atau ibunda Panembahan Ronggo Sukowati, Jamburingin Pamekasan.
Beliau yang menurunkan para pemimpin pemerintahan di Pamekasan dan Sumenep seorang.
Merupakan Ratu perempuan di Madura yang berani menentang Majapahit kala pemerintahan Prabu Udara di luar Dinasti Sangramawijaya.
5. Nyai Kanè
Nyai Kané ini juga dikenal dengan sebutan Nyé Sumekar, putri Ki Jumantara Sampang, cucu dari Pangeran Cakraningrat I.
Dirinya banyak menurunkan para pemimpin pemerintahan di Sumenep dan Pamekasan.
6. Rato Èbhu
Rato Èbu atau Syarifah Ambami cicit Sunan Giri atau istri Pangeran Cakraningrat I, banyak menurunkan para pemimpin pemerintahan di Bangkalan
7. Nyai Izzah
Nyai Izzah, istri pertama Bindara Saot, banyak menurunkan para pemimpin pemerintahan di Sumenep.
8. Raden Ayu Rasmana
Raden Ayu Rasmana Ratu Tirtonegoro, seorang ratu perempuan di Sumenep, adalah satu-satunya perempuan yang mampu mengendalikan pemerintahan Sumenep kala itu.
Beliau adalah putri Raden Rama Pangeran Cakranegara II dan istri kedua Bindara Saot.
[gallery size="medium" ids="16153,16154,16152"]
Sepak terjang mereka sebagai
perempuan Madura penerima Wahyu Ardhanareswari, banyak melahirkan keturunan para pemimpin pemerintahan di Madura.
Lebih rinci, akan dipaparkan secara detail dalam sebuah buku yang berjudul
"Putri Ardhanareswari Madura", yang akan ditulis oleh
Tadjul Arifien R sebagai buku karyanya yang ke-28.
"Acuan dari penulisan buku tersebut akan mengambil dari beberapa manuskrip serta buku
sejarah yang ada," ungkap sejarawan Madura itu kepada media ini, Senin (13/10/2025). ***