NEWS SUMENEP, DIMADURA — DPC Persatuan Wartawan Republik Indonesia (
PWRI) Kabupaten
Sumenep menggelar Forum Group Discussion (
FGD) bertajuk
“Sumenep Menuju Porprov 2027†di Pendopo Agung Keraton
Sumenep, Rabu (19/11/2025).
Kegiatan ini menjadi ruang dialog strategis antara pemerintah daerah, komunitas pers, akademisi, dan para pelaku olahraga untuk memperkuat langkah menuju pekan olahraga provinsi mendatang.
[caption id="attachment_16641" align="aligncenter" width="700"]

Pemberian Cenderamata oleh Ketua DPC
PWRI Sumenep, Rusydiyono, kepada Wabup Imam di Pendopo Agung Keraton
Sumenep, Rabu 19 November 2025 (Foto: Doc.
Dimadura)[/caption]
Ketua DPC
PWRI Sumenep, Rusydiyono, menegaskan komitmen organisasinya untuk berperan aktif dalam peliputan dan pengembangan dunia olahraga di Kabupaten
Sumenep.
“
PWRI akan menjadi salah satu komunitas kewartawanan di Kabupaten
Sumenep yang menyediakan ruang khusus peliputan di bidang olahraga,†ujarnya.
Ia menyebutkan bahwa setiap organisasi media memiliki kontribusi berbeda dalam pembangunan daerah.
“Kita tahu, beberapa waktu lalu, Komunitas Jurnalis
Sumenep (KJS) telah menggelar gebyar kebudayaan dengan Etnic Carnival 2025, SMSI kemarin juga telah melaksanakan
FGD yang mengangkat tema Green Economy dan Tantangan Ekologis dalam Perencanaan KEK Madura,†imbuhnya.
Rusydiyono menambahkan bahwa
PWRI siap bersinergi dengan pemerintah.
“Kami siap terus mendorong, bersinergi demi membantu Pemerintah Daerah, dalam hal ini, utamanya di bidang olahraga,†tukasnya.
[caption id="attachment_16639" align="aligncenter" width="700"]

Potret Suasana
FGD PWRI Sumenep Menuju
Porprov 2027 di Pendopo Keraton Agung, saat Wabup KH Imam Hasyim Menyampaikan Sambutan (Foto: Doc.
Dimadura)[/caption]
Sementara itu, Wakil Bupati
Sumenep, KH. Imam Hasyim, dalam sambutannya memberikan pesan agar seluruh pihak bergandengan tangan memajukan dunia olahraga, terutama dalam mencetak generasi muda berbakat yang dapat mengharumkan nama Kota Keris.
“Saya harap kepada Disbudporapar agar mereka yang berbakat di sektor olahraga tidak dikontrak atau di-bon oleh daerah lain. Harus ada MoU untuk memperjuangkan potensi dan bakat generasi olahraga di Kabupaten
Sumenep,†tegasnya.
Menurutnya, perencanaan olahraga di
Sumenep harus berbasis data agar pembinaan atlet benar-benar tepat sasaran.
“Kita harus bergerak dengan kerja yang jelas, penguatan pembinaan atlet berbasis data potensi lokal. Bakat yang ada tidak akan menguat dan maju jika tidak didasarkan pada data,†pesannya.
FGD yang diinisiasi
PWRI Sumenep tersebut turut dihadiri Anggota Komisi IV DPRD
Sumenep KH. Samioedin, Rektor Universitas PGRI
Sumenep Dr. Asmoni, KONI
Sumenep, Disbudporapar, serta delegasi dari 20 cabang olahraga di Kabupaten
Sumenep.
***