Sekadar diketahui, bahwa berdasarkan aturan nasional, setiap karyawan perusahaan yang telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan berhak mengeklaim manfaat jaminan tersebut saat berhenti bekerja.

Besaran nilai klaim dihitung berdasarkan upah dan lama masa kerja yang sebelumnya telah disetor perusahaan. Tanpa didaftarkan sejak awal, hak ini otomatis hilang bagi pekerja.

Keterangan tersebut ditegaskan Kepala Dinas Tenaga Kerja Sumenep, Heru Santoso. Ia menjelaskan, bahwa perusahaan wajib memberikan jaminan sosial terhadap karyawannya sejak awal menjalin kontrak kerja.

“Bicara wajib ya pasti wajib. Perusahaan itu wajib ngurus BPJS Ketenagakerjaan karyawan,” jelasnya, Rabu (2/12).

Ia memastikan tidak ada batasan masa kerja untuk didaftarkan sebagai peserta. “Tidak ada. Itu wajib sejak ada kontrak kerja. Sejak diterima itu harus diurus, bukan cuma ketenagakerjaan, kesehatan juga. Itu kewajibannya perusahaan,” tegasnya.

Namun demikian, Kadisnaker Heru menjelaskan, bahwa penindakan terhadap perusahaan yang tidak patuh menjadi kewenangan pemerintah provinsi, sementara dinas di kabupaten berada pada posisi pembinaan dan sosialisasi.

Sementara itu, Direktur Utama BMT NU Jawa Timur, Masyudi Kanzillah, mengklaim bahwa karyawan yang didaftarkan BPJS hanyalah mereka yang berstatus karyawan tetap saja. “Alhamdulillah, sudah diikutkan BPJS kesehatan dan ketenagakerjaan. Karyawan tetap,” ucapnya, Jumat (28/11).

Ditanyakan, untuk menjadi karyawan tetap, butuh masa kerja atau langsung kontrak tetap? Masyudi menjawab bahwa status kepesertaan tidak ditentukan masa kerja, tetapi mengacu pada pemenuhan Key Performance Indicator (KPI). "Bukan masa kerja tapi sesuai dengan KPI-nya," jelasnya.

BMT Nuansa Umat yang beberapa tahun lalu sempat digugat organisasi Nahdlatul Ulama karena mencaplok nama besar NU ini telah berdiri dan berkembang pesat sejak  tahun 2004.

Namun, hingga kini pihaknya belum memberikan data pasti mengenai berapa jumlah karyawan yang telah didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan, meskipun total karyawan disebut mencapai 1.032 orang.