“Tahun 2016 kami sudah mengajukan alih bentuk ke universitas, tetapi ditolak karena saat itu sedang moratorium pembukaan universitas,†katanya.
Sebagai langkah strategis, kampus kemudian mendirikan Institut Sains dan Teknologi (IST) Annuqayah sebagai jembatan menuju pendirian universitas.
Dengan demikian, sambung Rektor, Annuqayah saat itu memiliki dua institusi pendidikan tinggi, yakni Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) dan IST Annuqayah yang sama-sama dipimpin oleh KH. Abbadi.
Langkah baru kembali dilakukan pada 2023 dengan mengajukan perubahan bentuk IST Annuqayah menjadi universitas.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil setelah Kementerian Pendidikan menerbitkan Surat Keputusan pendirian Universitas Annuqayah pada 2024.
“Alhamdulillah pada 2023 kami mengajukan lagi alih bentuk ISTA menjadi universitas dan pada 2024 SK universitas resmi turun dari Kemendikbud,†ucapnya.
Setelah SK terbit, para masyayikh dan yayasan Annuqayah mendorong penyatuan antara INSTIKA dengan Universitas Annuqayah.
Namun proses tersebut tidak mudah karena harus melalui berbagai tahapan di sejumlah kementerian.
“Proses penyatuan ini tidak mudah. Kami sudah melewati tiga menteri dan berbagai tahapan lobi,†tuturnya.
Lalu pada September 2025, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melakukan asesmen lapangan untuk menilai kesiapan program studi yang akan digabungkan.

