Lukisan Syifa tidak rumit. Makna tumbuh dari kesederhanaan. Cara ini menunjukkan pola pikir yang mulai terbentuk. Kejujuran anak tetap terasa kuat.
Tema yang diangkat terasa dalam. Ia menyentuh wilayah spiritual. Ia masuk ke ketenangan. Ia berbicara tentang makna. Proses belajar memberi ruang bagi eksplorasi rasa.
Dukungan Orang Tua dan Proses Belajar
Perjalanan Syifa dimulai sejak dini. Ayahnya, Adi Yono, mendorong minat melukis sejak Syifa masih duduk di Taman Kanak-kanak.
"Sejak TK B, saya lihat bakatnya muncul di situ, suka mewarnai, maka saya belikan dia fasilitas, buku ganbar, krayon yang agak mahal, dan lain sebagainya," ungkapnya kepada dimadura.id, ujarnya saat ditemui di Warung Sun Institute, Jumat 10 April 2026.
Ia mengatakan agak lama merasa buntu saat mencarikan guru yang bisa mengembangkan bakat lukisnya. Baru sejak kelas 3 SD, dirinya bertemu dengan sosok seniman bersahaja yang mau mengajari Syifa.
“Ketemulah dengan seniman bernama Sumantri Hotsu. Saya minta padanya agar anak diajari melukis, sekitar dua atau tiga tahun lalu. Beliau adalah sosok sederhana yang sangat terbuka dan bersahaja. Bahkan mau berteman dengan saya," katanya.
Minat dan bakat itu pun menurutnya kian tumbuh secara alami.
“Alhamdulillah, anaknya senang. Ia bilang suka cara gurunya, Pak Sumantri Hotsu, mengajarinya melukis. Melukis apa saja,†kesannya.
Ruang Ekspresi di Pameran MMAE 2026