SUMENEP, DIMADURA – Kasus dugaan lenyapnya saldo rekening milik nasabah usai melakukan transaksi menggunakan layanan QRIS melalui aplikasi MyBCA di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, masih menyita perhatian masyarakat.
Meski polemik tersebut telah bergulir hampir satu bulan dan ramai menjadi perbincangan publik, pihak manajemen BCA Cabang Sumenep hingga kini belum juga menyampaikan penjelasan resmi kepada media maupun masyarakat.
Sejumlah jurnalis yang tergabung dalam Aliansi Media Partner (AMP) sebelumnya telah berupaya melakukan konfirmasi langsung kepada pihak bank. Tidak hanya itu, AMP juga melayangkan surat resmi permohonan klarifikasi kepada pimpinan BCA Cabang Sumenep pada 25 Mei 2026.
Dalam surat bernomor 032/AMP/V/2026 tersebut, AMP mengajukan sedikitnya 25 poin pertanyaan yang menyoroti tiga persoalan utama. Pertama terkait dugaan hilangnya saldo nasabah melalui transaksi QRIS MyBCA, kedua menyangkut dugaan ketimpangan sistem penggajian pegawai, dan ketiga mengenai minimnya keterlibatan perusahaan dalam mendukung pelaku UMKM maupun program Corporate Social Responsibility (CSR) di wilayah Kabupaten Sumenep.
Pada bagian awal surat klarifikasi, AMP secara khusus meminta penjelasan mengenai kasus yang dialami Anwar, warga Sumenep, yang mengaku kehilangan saldo sebesar Rp1 juta setelah menggunakan fasilitas pembayaran QRIS melalui aplikasi MyBCA.
Selain meminta kronologi kejadian serta hasil penelusuran internal perusahaan, AMP juga mempertanyakan mekanisme perlindungan terhadap nasabah, kemungkinan adanya gangguan atau celah pada sistem transaksi digital, hingga bentuk tanggung jawab pihak bank atas kerugian yang dialami pelanggan.
Namun hingga laporan ini dipublikasikan, tidak ada jawaban ataupun tanggapan resmi dari pihak BCA Cabang Sumenep atas surat konfirmasi yang telah dikirimkan tersebut.
Sikap diam manajemen bank itu pun memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat. Pasalnya, isu dugaan hilangnya saldo rekening nasabah sebelumnya telah ramai diberitakan dan menjadi perhatian publik di Kabupaten Sumenep.
Diketahui sebelumnya, Anwar mengaku mendapati saldo dalam rekeningnya berkurang sebesar Rp1 juta setelah melakukan transaksi menggunakan layanan QRIS BCA pada Jumat, 15 Mei 2026.
Ia baru menyadari adanya kejanggalan beberapa jam kemudian ketika memeriksa riwayat mutasi rekening melalui aplikasi MyBCA.