Tak hanya berkaitan dengan sektor ekonomi, Fauzi menilai data juga memiliki peran penting dalam mengukur keberhasilan pembangunan manusia, termasuk di bidang pendidikan dan kesehatan.
Menurutnya, data pendidikan dapat digunakan untuk mengetahui angka harapan sekolah dan rata-rata lama sekolah, sementara data kesehatan menjadi dasar dalam mengukur angka harapan hidup masyarakat.
"Melalui data tersebut, pemerintah bisa melihat kondisi riil masyarakat. Dari situlah kebijakan disusun agar benar-benar sesuai dengan kebutuhan daerah," tuturnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa setiap daerah memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda. Oleh sebab itu, kebijakan pembangunan tidak bisa diterapkan secara seragam tanpa mempertimbangkan kondisi di masing-masing wilayah.
"Daerah dengan tingkat pendidikan yang tinggi tentu membutuhkan pendekatan yang berbeda dengan daerah yang tingkat pendidikannya masih rendah. Karena itu, data yang valid menjadi sangat penting dalam proses perencanaan pembangunan," tegasnya.
Bupati Fauzi berharap masyarakat dapat berpartisipasi aktif serta memberikan informasi yang benar dan akurat saat pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 berlangsung.
Menurutnya, semakin baik kualitas data yang dihimpun, maka semakin besar pula peluang pemerintah menghadirkan kebijakan yang efektif, inklusif, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
"Dengan dukungan semua pihak, hasil Sensus Ekonomi 2026 diharapkan menjadi pijakan kuat dalam mewujudkan pembangunan yang lebih terarah dan berkelanjutan di Kabupaten Sumenep," pungkasnya.****

