SUMENEP, DIMADURA–Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang tergabung dalam program Belajar Bersama Masyarakat (BBM) menginisiasi edukasi literasi keuangan bagi anak-anak di Desa Dapenda melalui Program MENARA (Menabung Ceria), Rabu (5/8/26).

Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan kebiasaan menabung sekaligus membangun kesadaran mengelola keuangan secara bijak sejak usia dini.

Program berlangsung secara bergilir di sejumlah musala di Desa Dapenda, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, selama 29 Juni hingga 22 Juli.

Pola pelaksanaan yang berpindah lokasi dilakukan agar seluruh anak yang mengikuti kegiatan mengaji di berbagai wilayah desa memperoleh kesempatan yang sama mengikuti edukasi tersebut.

Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan setelah anak-anak menyelesaikan aktivitas mengaji sehingga tidak mengganggu proses pembelajaran keagamaan yang rutin berlangsung di masing-masing musala.

Program MENARA mendapat sambutan positif dari para pengasuh musala yang tidak hanya memberikan izin pelaksanaan, tetapi juga terlibat dalam mendukung kelancaran kegiatan.

Mereka membantu mengoordinasikan peserta, menyediakan tempat, hingga menciptakan suasana belajar yang nyaman bagi anak-anak.

Pengasuh Musala Nurul Jannah, Sunahyu, mengapresiasi inisiatif mahasiswa UM BBM yang menghadirkan edukasi keuangan dengan pendekatan sederhana dan mudah dipahami.

"Kami sangat mengapresiasi kegiatan edukasi menabung yang dilaksanakan oleh mahasiswa UM BBM. Semoga materi yang diberikan dapat membantu anak-anak membiasakan diri menabung dan mengelola uang dengan bijak sejak usia dini," ujarnya.

Koordinator Program MENARA, Virzan, menjelaskan bahwa materi disampaikan menggunakan media presentasi yang dirancang menarik dengan ilustrasi sederhana serta bahasa yang sesuai dengan usia peserta.

Menurut dia, materi tidak hanya memperkenalkan pengertian menabung, tetapi juga menjelaskan manfaat membangun kebiasaan tersebut sejak dini, langkah-langkah memulai menabung, hingga berbagai pilihan tempat menyimpan uang, mulai dari celengan di rumah hingga lembaga keuangan seperti bank.

"Kami berupaya menyampaikan materi dengan cara yang menyenangkan agar anak-anak mudah memahami pentingnya menabung dan terdorong mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari," kata Virzan.

Selain memberikan pemahaman mengenai konsep dasar menabung, mahasiswa juga mengajak peserta mengenali manfaat jangka panjang dari kebiasaan tersebut.

Menabung dinilai mampu membentuk sikap disiplin, hidup hemat, serta menjadi bekal dalam mempersiapkan kebutuhan di masa depan.

Sebaliknya, anak-anak juga diberikan pemahaman mengenai risiko apabila tidak memiliki kebiasaan menabung, seperti kesulitan mengatur uang saku, kecenderungan membelanjakan uang untuk kebutuhan yang kurang penting, hingga tidak memiliki simpanan ketika menghadapi kebutuhan mendesak.

Agar suasana belajar lebih menarik, penyampaian materi dikemas secara interaktif melalui diskusi, permainan edukatif, serta sesi tanya jawab. Pendekatan tersebut membuat peserta aktif berpartisipasi dengan menjawab pertanyaan, menyampaikan pengalaman pribadi, hingga berdiskusi mengenai kebiasaan mengelola uang dalam kehidupan sehari-hari.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Respons aktif dari anak-anak menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang diterapkan mampu meningkatkan minat sekaligus pemahaman mereka terhadap pentingnya literasi keuangan sejak usia dini.

"Kami harapkan melalui Program MENARA ini edukasi yang diberikan tidak berhenti pada pemahaman teori semata, tetapi mampu mendorong anak-anak membiasakan diri menyisihkan sebagian uang saku secara rutin," harap dia. ***