SUMENEP, DIMADURA — SMPIT Al-Hidayah Sumenep mengajak siswa menanam masa depan melalui penanaman mangrove di Pantai Kundang Wetan, Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kokurikuler bertema “Lestari Pesisirku, Hijau Bumiku” yang berlangsung selama dua hari, 15–16 September 2026.
Ketua Panitia Kokurikuler SMPIT Al-Hidayah, Riska Purnamawati, mengatakan, kegiatan dirancang dalam dua tahap. Hari pertama diisi pengenalan konsep mangrove, sedangkan hari kedua menjadi ruang bagi siswa untuk mempraktikkan pengetahuan tersebut di lapangan.
“Program kokurikuler kegiatannya penanaman bibit bakau dengan tema lestari pesisirku, hijau bumiku,” kata Riska.
Pada hari pertama, siswa mendapat materi tentang jenis-jenis mangrove serta teknik penanamannya. Setelah pemaparan konsep, mereka mengikuti asesmen untuk mengetahui sejauh mana pemahaman tentang mangrove.
Pengetahuan itu kemudian dibawa ke pesisir pada hari kedua. Para siswa melakukan praktik pembibitan dan menanam bibit bakau yang telah siap tanam di Pantai Kundang Wetan.
Rangkaian tersebut membuat pembelajaran lingkungan tidak berhenti pada pengetahuan. Siswa berhadapan langsung dengan tanah, bibit, dan kawasan pesisir yang menjadi bagian dari lingkungan hidup masyarakat.
Menurut Riska, kegiatan ini diarahkan agar siswa mampu melakukan penanaman bakau secara bertanggung jawab sekaligus tumbuh peduli terhadap kelestarian lingkungan pesisir. Kerja kelompok juga menjadi bagian dari proses belajar melalui praktik gotong royong.
Pesisir dipilih sebagai ruang belajar karena kawasan tersebut menghadapi berbagai persoalan lingkungan, mulai dari abrasi, sampah, kerusakan ekosistem hingga berkurangnya vegetasi pantai.

"Mangrove menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga ekosistem pesisir dan membantu melindungi pantai dari abrasi," pungkasnya.

