Sebagai negara kepulauan yang berada di jalur perdagangan internasional, Indonesia memiliki kepentingan besar dalam menjaga stabilitas kawasan.
Karena itu, menurut Zainal, perubahan global harus diantisipasi dengan kebijakan yang mampu menyesuaikan perkembangan situasi.
"Tantangan geopolitik membutuhkan langkah yang strategis, komprehensif, dan adaptif. Kita harus berperan dalam memperkuat diplomasi yang proaktif," jelasnya.
Zainal menilai menghadapi berbagai tantangan tersebut membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
Pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat perlu membangun kolaborasi agar Indonesia tidak hanya mampu bertahan menghadapi perubahan global, tetapi juga meningkatkan daya saing.
Ia berharap momentum peringatan kemerdekaan dapat menjadi pengingat pentingnya menjaga persatuan sekaligus mempersiapkan generasi mendatang menghadapi perubahan zaman.
"Mari kita jadikan tantangan ini sebagai peluang untuk memperkuat persatuan, meningkatkan kapasitas bangsa, dan mengamankan masa depan generasi mendatang," ujar Zainal.
Sementara itu, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan pemerintah daerah akan menerjemahkan sejumlah prioritas pemerintah pusat melalui kebijakan dan program pembangunan di daerah.
Ia menyebut ketahanan energi, ketahanan pangan, dan pembangunan sumber daya manusia menjadi sejumlah perhatian penting yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Fauzi, penguatan ketahanan pangan harus dilakukan secara konkret di setiap daerah.

