SUMENEP, DIMADURA–Sebanyak 150 calon kepala sekolah di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, ditargetkan dilantik sebagai kepala sekolah definitif pada Oktober 2026.
Namun, 137 sekolah lainnya masih akan dipimpin Pelaksana Tugas (Plt.) karena proses pengangkatannya menunggu persetujuan Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Berdasarkan data Disdik Sumenep terdapat 287 sekolah yang belum memiliki kepala sekolah definitif. Rinciannya, 280 sekolah dasar (SD) dan 7 sekolah menengah pertama (SMP).
Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi IV DPRD Sumenep dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) H. Sami'oeddin mengatakan, pelantikan kepala sekolah tidak dapat dilakukan sebelum persetujuan dari instansi kepegawaian diterbitkan.
Menurut dia, jumlah calon kepala sekolah yang dapat dilantik nantinya bergantung pada jumlah persetujuan yang diterbitkan pemerintah pusat.
“Bupati akan melantik jika sudah ada surat persetujuan dari kepegawaian atau BKN. Ini menunggu. Kadang-kadang hanya dua atau tiga orang yang memang disetujui kepegawaian,” kata Sami'oeddin.
Ia mengatakan, sebelumnya disdik menyebutkan ditargetkan dilantik pada September 2026. Namun, apabila persetujuan belum diterbitkan, pemerintah daerah tidak dapat memaksakan proses pelantikan.
“Janjinya insyaallah September ini. Tetapi kalau tidak turun persetujuan dari BKN, ya tidak bisa juga. Tetap harus menunggu,” ucapnya.
Sami'oeddin menjelaskan, dari total 287 sekolah yang sebelumnya masih belum memiliki kepala sekolah definitif, sekitar 150 calon kepala sekolah diproyeksikan untuk dilantik pada Oktober.
Dengan demikian, masih terdapat sekitar 137 posisi kepala sekolah yang belum terisi secara definitif dan sementara tetap dijalankan oleh Plt.

