Karena itu, pendidikan politik menjadi bagian dari persiapan menuju Pilkades 2027. Masyarakat didorong memahami politik secara rasional, menentukan pilihan secara bertanggung jawab, dan tidak mudah terseret informasi yang dapat memicu perpecahan.

“Perbedaan pilihan politik merupakan bagian dari demokrasi. Yang terpenting, masyarakat tetap menjaga persatuan dan tidak mudah terpengaruh provokasi,” katanya.

Generasi muda juga menjadi sasaran pendidikan tersebut. Mereka didorong memiliki wawasan kebangsaan sekaligus kepekaan membaca perubahan sosial dan politik di lingkungannya.

Yudha menegaskan, kewaspadaan tidak perlu menunggu tahapan Pilkades dimulai. Antisipasi harus dibangun sejak sekarang melalui komunikasi dan kepedulian bersama.

Dengan pendekatan itu, pihaknya berharap Pilkades Serentak 2027 berlangsung aman dan tertib. "Peta politik boleh berubah, tetapi perbedaan pilihan di desa diharapkan tidak mengoyak hubungan sosial masyarakat," katanya.

“Kewaspadaan harus dibangun sejak dini. Dengan komunikasi dan kepedulian bersama, berbagai potensi persoalan dapat diantisipasi sebelum berkembang lebih besar,” tambah Yudha, menutup keterangan.***