SUMENEP, DIMADURA—Pilkades Serentak 2027 masih setahun lagi. Namun, Pemerintah Kabupaten Sumenep mulai membaca perubahan suhu politik di tingkat desa.
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Sumenep rupanya sedang mengupayakan penguatan kewaspadaan dini dan pendidikan politik untuk mengantisipasi potensi gesekan sebelum tahapan pemilihan dimulai.
Pesan itu disampaikan Plt Kepala Bakesbangpol Sumenep, Yanuar Yudha Bachtiar, saat menghadiri Madura Culture Festival 4 Tahun 2026 di Stadion A. Yani Sumenep, Senin malam (31/8).
Kaban Yudha mengatakan, ada tiga hal yang menjadi perhatian pemerintah: wawasan kebangsaan, kewaspadaan dini, dan pendidikan politik masyarakat.
“Kami terus mengawasi perkembangan lingkungan, termasuk dinamika politik. Semua pihak harus tetap bekerja dan mempersiapkan Pilkades secara matang,” kata Yudha.
Menurut dia, kewaspadaan dini tidak dimaksudkan untuk menciptakan kecemasan. Pemerintah justru ingin mengenali perubahan situasi lebih cepat sehingga potensi persoalan dapat diantisipasi sebelum berkembang.
Bakesbangpol, kata Yudha, terus mengikuti informasi dan perubahan yang muncul di lapangan. Temuan tersebut menjadi bahan untuk menentukan langkah sesuai dengan kondisi yang berkembang.
“Kami terus mengikuti perkembangan di lapangan. Setiap situasi akan kami cermati agar langkah yang diambil sesuai dengan kondisi yang sedang berkembang,” ujarnya.
Yudha mengatakan, keamanan daerah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Masyarakat memiliki peran penting menjaga hubungan sosial tetap sehat ketika perbedaan pilihan politik mulai mengemuka.
Perbedaan pilihan, menurut dia, merupakan bagian dari demokrasi. Persoalan muncul ketika perbedaan itu berubah menjadi provokasi dan merusak hubungan antarmasyarakat.
Karena itu, pendidikan politik menjadi bagian dari persiapan menuju Pilkades 2027. Masyarakat didorong memahami politik secara rasional, menentukan pilihan secara bertanggung jawab, dan tidak mudah terseret informasi yang dapat memicu perpecahan.
“Perbedaan pilihan politik merupakan bagian dari demokrasi. Yang terpenting, masyarakat tetap menjaga persatuan dan tidak mudah terpengaruh provokasi,” katanya.
Generasi muda juga menjadi sasaran pendidikan tersebut. Mereka didorong memiliki wawasan kebangsaan sekaligus kepekaan membaca perubahan sosial dan politik di lingkungannya.
Yudha menegaskan, kewaspadaan tidak perlu menunggu tahapan Pilkades dimulai. Antisipasi harus dibangun sejak sekarang melalui komunikasi dan kepedulian bersama.
Dengan pendekatan itu, pihaknya berharap Pilkades Serentak 2027 berlangsung aman dan tertib. "Peta politik boleh berubah, tetapi perbedaan pilihan di desa diharapkan tidak mengoyak hubungan sosial masyarakat," katanya.
“Kewaspadaan harus dibangun sejak dini. Dengan komunikasi dan kepedulian bersama, berbagai potensi persoalan dapat diantisipasi sebelum berkembang lebih besar,” tambah Yudha, menutup keterangan.***

