Kepala Desa Tanjung, Peni Kumalasari, mengapresiasi keterlibatan siswa dalam aksi lingkungan tersebut.

“Atas nama Pemerintah Desa, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kepedulian aksi nyata lingkungan hidup yang kita lakukan hari ini. Penanaman mangrove ini bukan sekadar menanam pohon, melainkan sedang menanam masa depan,” kata Peni kepada media ini, Rabu (16/9).

Menurut Peni, para siswa telah ikut mengambil bagian dalam menjaga ekosistem laut dan mencegah abrasi di Desa Tanjung.

“Adik-adik sekalian telah ikut melindungi ekosistem laut dan mencegah abrasi di Desa Tanjung. Semoga semangat hijau dari SMPIT Al-Hidayah Sumenep ini menjadi contoh bagi generasi muda lainnya untuk terus mencintai dan merawat bumi,” ujarnya.

Sekretaris Pokmaswas Reng Paseser sekaligus Pengelola Rumah Bibit Mangrove Morkondhang, Fadel Abu Aufa, mengatakan kegiatan tersebut memberi pengalaman baru bagi para siswa.

“Adanya kegiatan ini tentunya memberi pengalaman baru kepada semua siswa SMPIT Al-Hidayah yang sebelumnya tidak mengenal mangrove. Mereka mengenal mangrove dan bagaimana cara membibit dan juga bagaimana cara menanam,” tuturnya.

Fadel menjelaskan, kegiatan pada 15 September berlangsung dalam bentuk workshop di SMPIT Al-Hidayah. Sehari kemudian, siswa menerapkan materi tersebut melalui penanaman mangrove di pesisir Desa Tanjung.

“Sebetulnya tanggal 15 kemarin mereka ada semacam workshop di SMPIT Al-Hidayah. Dan hari berikutnya tanggal 16 mereka melakukan penanaman di pesisir Desa Tanjung,” lanjut dia.

Kini, bibit-bibit mangrove itu menjadi bagian dari bentang pesisir yang mereka kenal melalui pengalaman langsung. Fadel berharap tanaman tersebut dapat tumbuh dan bertahan.

“Semoga bibit mangrove yang ditanam bisa hidup dan lestari,” tutup Fadel Abu Aufa. ***