Sementara itu, materi kewirausahaan mengajak siswa memahami pentingnya kreativitas dan inovasi dalam menciptakan peluang bisnis.
Pengelolaan usaha, strategi pemasaran, serta etika dalam menjalankan bisnis turut menjadi pembahasan untuk memperluas wawasan siswa mengenai dunia usaha.
Kepala SMK Al-Karimiyyah Sumenep, Fendi Susanto, mengatakan kegiatan itu merupakan bagian dari upaya sekolah memperluas pengetahuan siswa sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi tantangan setelah menyelesaikan pendidikan.
Menurut dia, pemahaman tentang sanitasi pangan dan kewirausahaan perlu dibangun sejak bangku sekolah.
"Selain meningkatkan kesadaran terhadap kualitas dan keamanan produk, pengetahuan ini kami harapkan dapat menumbuhkan keberanian siswa untuk memulai usaha secara mandiri," tuturnya.
Kepala Kompetensi Keahlian (Kakomli), Siti Hartimah, menambahkan bahwa kewirausahaan memiliki peran penting dalam membentuk kreativitas dan kemandirian siswa.
Lebih dari sekadar mengejar keuntungan, kegiatan usaha juga perlu menghadirkan manfaat dan nilai tambah bagi masyarakat.
“Wirausaha bukan hanya tentang keuntungan, tetapi juga bagaimana sebuah usaha dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” katanya.
Melalui sosialisasi tersebut, SMK Al-Karimiyyah Sumenep berupaya memperkuat hubungan antara pembelajaran di sekolah dan kebutuhan dunia usaha.
Siswa tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai keamanan pangan, tetapi juga diperkenalkan pada prinsip-prinsip dasar membangun dan mengelola bisnis.

