Puisi Khalil Tirta *)
——————————
"
Bagaimana jadinya, jika kepala sapi tertukar dengan kepala orang Lalu kepala yang tertukar itu saling tak merasa Jika wajah yang dipakai sudah bukan miliknya lagi.
"
Bagaimana jadinya, jika wajah silang yang sudah hilang asal-usulnya itu suatu hari berjumpa dan bersapa. Bagaimana jadinya, jika keduanya tiba-tiba saling bergandengan tangan menuju pasar malam, memasuki masjid, merasuki sekolah, nongkrong di istana negara, berceramah di acara maulid nabi, menjadi gambar orang-orangan jalan raya, mengolah kebudayaan, mengadakan seminar, membikin kabar yang setiap saat nampang di koran dan televisi.
Bertambah hari mengapa tubuh kita semakin riuh-amis pasar ikan?
Ya ikan-ikan yang seluruh tubuhnya telah diolesi formalin.
Dari arah yang berkabut siapa sebenarnya yang menggelar kepalsuan membeli hati kita seharga daging kambing hitam di pasar global.
Hah! tiba-tiba kita semakin sukar untuk saling memberi salam Apalagi saling mengenal dan meridhoi setiap pertemuan Tetapi, semua diharap tenang! Jangan berisik! Jangan gegabah! Sebab kita sedang menghadap ke panggung gelap Seperti gelap angan kita yang suka berkelit, berbelit-belit bermain topeng untuk sekadar menipu diri sendiri.
