Dari pada bersedih lebih baik tertawa sepuas luka-luka dada
"
Sebab, Sesungguhnya Tuhan Maha Tertawa, ketika Menyaksikan kita sedang bermain MUKA!
"
Mari bertamasya ke dalam perut; pusat segala hasrat bersengkarut Barangkali perasaan laparlah yang membuat perutku juga perutmu Perut orang-orang dirasuki mahkluk lain yang terus menggeliat-geliat bagai ulat-ulat kecil yang suka menari-nari dalam tumpukan kuning tai karena alasan itukah? kita belajar segala macam siasat, tipu-muslihat agar memenangi seluruh pertempuran dalam jagat? nanti setelah pertunjukan usai pulanglah ke dalam cermin masing-masing barangkali di kedalaman itu kita berjumpa lagi dengan semua yang hilang
Engkau pun pasti mengerti mengapa laku leluhur sering mengikat perutnya hingga bertahun-tahun. Mengapa juga bayi yang baru lahir tali pusarnya segera digunting dengan disertai sebaris doa pembuka.
"
Hayya alassholah! Hayya alal falah!
"
Maka demi Dia yang mencintai kemurnian Segera kembalikan seluruh raut wajah yang bukan milik kita.
