PANGKÈNG SASTRA, DIMADURA - Dalam perjalanan sejarah setiap bangsa, pahlawan seringkali hadir sebagai sosok tanpa nama dan tanpa jejak nyata yang terabadikan dalam arca atau prasasti. Mereka adalah tokoh besar yang secara samar-samar, tampil dalam pertempuran, atau dalam kisah besar revolusi.

Ada pula mereka yang berjalan di atas batas-batas kehidupan sehari-hari, memberi cinta pada tanah, pada manusia, dan pada semangat yang tak lekang oleh waktu.

Dalam puisi-puisi singkat berikut ini, sosok pahlawan digambarkan dengan diksi dan gaya pengucapan yang terinspirasi oleh lima penyair peraih Nobel: Rabindranath Tagore, Pablo Neruda, Seamus Heaney, Wislawa Szymborska, dan Tomas Tranströmer.

Masing-masing dari mereka menyuguhkan sisi keabadian dan keheningan yang sering menyertai jalan seorang pahlawan, baik dalam kehadiran maupun dalam pengorbanan tanpa pamrih.

---

1. Tanpa Tapak

— ala Rabindranath Tagore

Kau melangkah sunyi, di atas permadani angin menyisakan bau tanah, harum keringat pada bumi. Di padang luas, yang tak bernama, kau tanam benih-benih— cinta yang terus tumbuh, menjalari akar-akar suku dan bangsa.

---

2. Di Antara Kabut dan Jerit

— ala Pablo Neruda

Di jalan sempit berbatu itu kau setia berjaga menyulam waktu dalam hening yang panjang. Lelaki tanpa topi, kau adalah dinding malam— angin yang mengubur jerit perang, membungkusnya dalam kabut.