---

3. Jejak Tanah yang Tak Lelah

— ala Seamus Heaney

Kau tempa arus sungai, kau tempuh luruh bebatuan. Sementara palu kecilmu menari di landasan sejarah, tanah-tanah yang kau genggam kembali berbisik, seolah berkata: “Inilah kami, tak pernah menyerah.” 

---

4. Nyala Tak Bernama

— ala Wislawa Szymborska

Dari kejauhan, kami menyaksikan kau berlari: sebuah nyala tak bernama, membakar dalam diam. Kau hancurkan dinding-dinding, menolak tembok-tembok. Siapa tahu? Barangkali kau menulis sejarah dalam bisik langkahmu.

---

5. Langit untuk Si Pemikul Beban

— ala Tomas Tranströmer

Langit tak menuntut namamu, ia telah menyaksikan dari gelap hingga terang, dari keringat hingga embun. Tak ada bayangan yang mengiringi langkahmu— hanya janji, hanya beban yang kau pikul hingga tuntas.

---