NEWS DIMADURA, SUMENEP – Kabupaten Sumenep saat ini berada dalam kondisi darurat setelah ratusan sapi dilaporkan mati mendadak dalam waktu sebulan terakhir. Wabah yang diduga disebabkan oleh penyakit Bovine Ephemeral Fever (BEF) ini tidak hanya melanda daratan Sumenep, tetapi juga telah menyebar hingga ke Kepulauan Raas.

Sejak awal Januari 2024, kematian sapi terus meningkat tajam, dengan laporan terbaru pada 5 Januari menyebutkan, bahwa 36 sapi mati di Desa Montorna, Kecamatan Pasongsongan.

Hal ini menambah panjang daftar kematian ternak di daerah tersebut, di mana sebelumnya pada 3 Januari, 24 sapi juga dilaporkan mati di Desa Prancak.

Peternak Cemas dan Jual Murah Sapi

Wabah ini menimbulkan keresahan besar di kalangan peternak, terutama di Desa Montorna, yang menjadi salah satu wilayah terdampak terparah.

Baihaki, warga Dusun Tanunggul, Desa Montorna, mengatakan wabah ini telah menyebar dengan cepat, menyebabkan empat sapi mati hanya dalam beberapa hari di dusunnya.

“Selama kejadian sudah banyak yang menjadi korban dari wabah ini. Bahkan karena takut mati, sekarang banyak warga yang menjual sapinya dengan harga murah. Punya orang tua saya sendiri anak sapi dengan ibu sapi dijual dengan harga Rp8 juta. Seandainya normalnya anaknya, jika tidak ada wabah ini, seharga Rp8 juta,” ungkapnya kepada media ini, Minggu (5/1/2024).

Baihaki menambahkan, bahwa wabah ini tidak hanya terjadi di Dusun Tanunggul, tetapi juga telah menyebar ke dusun-dusun lain di Desa Montorna, seperti Komes, Berkongan, dan Delima.

“Di daerah Tanunggul sudah empat sapi yang mati. Kemarin sudah ada dari pihak pemerintah, dinas DKPP, kecamatan, melakukan observasi ke lokasi yang terdampak wabah ini. Sejauh ini yang saya tahu cuma satu kali pihak pemerintah melakukan observasi,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah hanya memberikan arahan pencegahan berupa penggunaan bahan-bahan alami seperti kunyit. “Ciri-ciri penyakitnya tiba-tiba mati dan ada yang sakit terlebih dahulu. Dari jarak sakit hanya semalam kemudian mati sapi,” tambah Baihaki.

Ia berharap pemerintah segera melakukan penanganan dan pengobatan yang lebih serius untuk menekan jumlah korban dan agar sapi yang sakit bisa sembuh.