BPBD Sampang Ajukan Rp150 Juta untuk Salurkan Air Bersih ke Desa Terdampak Kekeringan
NEWS DIMADURA, SAMPANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang mengajukan anggaran khusus senilai Rp150 juta untuk distribusi air bersih ke desa-desa terdampak kekeringan. Kamis (4/9/2025).
Kepala Pelaksana BPBD Sampang, Candra Ramadhani Amin, menjelaskan awalnya pihaknya hanya menyiapkan Rp75 juta, namun jumlah itu dinilai tidak cukup.
“Anggaran dinaikkan menjadi Rp150 juta, sama seperti tahun sebelumnya, agar kebutuhan seluruh wilayah bisa terlayani,” jelasnya.
Berdasarkan data BPBD, kekeringan tahun ini melanda 95 desa di 14 kecamatan. Dari jumlah tersebut, 77 desa masuk kategori kritis, 6 desa kategori langka, dan 12 desa kategori langka terbatas.
Desa dalam kategori kritis menjadi perhatian utama karena warga harus berjalan lebih dari 3 kilometer untuk mendapatkan air bersih.
Meski demikian, desa dengan kategori langka dan langka terbatas juga tetap mendapat perhatian, sebab kesulitan warga tetap nyata meski jarak sumber air lebih dekat.
“Nantinya, penyaluran air akan difokuskan ke semua kategori agar kebutuhan warga benar-benar terpenuhi,” tegas Candra.
Dengan anggaran tersebut, distribusi air bersih ditargetkan mulai September ini sebelum musim hujan tiba pada Oktober.
“Jika kondisi masyarakat sudah sangat darurat, BPBD siap menalangi terlebih dahulu sambil menunggu realisasi anggaran,” imbuhnya.
BPBD berharap langkah ini mampu menjamin warga tetap memiliki akses air bersih selama musim kemarau. “Kami ingin memastikan masyarakat tidak kekurangan air hingga hujan kembali turun,” pungkas Candra.***
Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.
Follow





