Pemkab Sumenep Pastikan Pasokan BBM di Pulau Sapudi Teratasi
NEWS DIMADURA, SUMENEP–Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang sempat melanda Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, sejak Kamis (18/9/2025) hingga Rabu (24/9/2025), kini teratasi.
Pemerintah Kabupaten Sumenep memastikan distribusi BBM sudah kembali normal setelah keterlambatan pasokan akibat pergantian kapal tanker minyak.
Kepala Bagian Perekonomian, Energi, dan Sumber Daya Alam (ESDA) Setkab Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, mengatakan kelangkaan terjadi karena adanya penggantian kapal pengangkut ke tonase yang lebih besar.
“Karena tonase kapal lebih banyak, maka waktu bongkar muat pada saat itu juga lebih lama,” ujar Dadang, Jumat (3/10/2025).
Kondisi kelangkaan sempat berdampak pada aktivitas masyarakat, termasuk dunia pendidikan.
Ulifiyah (32), guru SMPN 1 Nonggunong, menuturkan banyak guru kesulitan menuju sekolah karena keterbatasan bahan bakar.
“Pergi ke sekolah jadi sangat lambat karena bensin sulit didapat,” katanya.
Untuk mencegah kejadian serupa, Pemkab Sumenep akan melibatkan langsung pemerintah setempat dalam mengatur distribusi BBM ke wilayah kepulauan.
“Rute distribusi memang berputar, dari Sapeken, Kangean, Raas, hingga Sapudi. Karena itu, tonasenya harus ditambah,” ujar Dadang.
Ia menambahkan, Pemkab juga telah mengajukan penambahan volume kepada Pertamina untuk mencukupi kebutuhan masyarakat di salah satu wilayah kepulauan.
”Kami telah ajukan penambahan volume ke pertamina untuk salah satu wilayah di kepulauan guna mencukupi kebutuhan,”tutupnya.
Sementara itu, sebelumnya, Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, memastikan pihaknya bergerak cepat menangani persoalan ini.
Pada Kamis (25/9/2025), kapal pengangkut telah membawa BBM ke Sapudi dengan rincian 136 kiloliter Pertalite dan 48 kiloliter Biosolar.***
Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.
Follow




