dimadura
Beranda Tomang Sumenep Disdik Sumenep Janji Follow up Dugaan Penggelapan Dana KIP SD di Giligenting

Disdik Sumenep Janji Follow up Dugaan Penggelapan Dana KIP SD di Giligenting

‎Foto: Tampak Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, (Istimewa/Doc. Dimadura).

Cropped Cropped Dimadura Logo2 1 150X150 1NEWS SUMENEP, DIMADURA–Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, berjanji akan menindaklanjuti dugaan penggelapan dana Program Indonesia Pintar (PIP) yang menyeret Kepala Sekolah SD Negeri Gedugan 1, Kecamatan Giligenting.

‎Hal tersebut kini memicu perhatian luas dari masyarakat dan menjadi sorotan publik

‎Kasus ini mencuat setelah salah satu wali murid mengeluhkan belum menerima bantuan yang seharusnya diberikan kepada peserta didik penerima PIP.

‎Seorang wali murid berinisial F mengungkapkan bahwa persoalan serupa diduga tidak hanya terjadi di satu sekolah.

‎”Tapi sepertinya semua sekolah di daerah Gili Genting banyak yang belum terima uang PIP,”ujarnya, (16/11/15).

‎Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Sumenep, Ardiansyah Ali Shocibi, menyatakan bahwa pihaknya sedang menindaklanjuti laporan tersebut.

‎Ia memastikan proses klarifikasi tengah dilakukan oleh Seksi Peserta Didik.

‎”Ini sedang diklarifikasi oleh Kasi Peserta Didik Disdik,” tuturnya singkat, (17/11/25).

‎Namun hingga berita diturunkan, usaha media ini terus mengkonfirmasi Kepala Sekolah (Kepsek) SD Negeri Gedugan 1 Inisial Z melalui via whatsapp untuk dimintai konfirmasi, tetap belum memberikan respons.

‎Pada pemberitaan sebelumnya, seorang wali murid berinisial F, warga Gili Genting, Sumenep, mengaku menjadi korban dugaan penyelewengan dana Program Indonesia Pintar (PIP) oleh oknum di SD Negeri Gedugan 1, Desa Gedugan, Kecamatan Gili Genting.

‎F menyampaikan bahwa anaknya tercatat sebagai penerima PIP sejak tahun 2021. Namun, kartu PIP baru diberikan pihak sekolah pada awal 2025.

‎Selama itu pula, orang tua murid disebut tidak pernah mengetahui adanya pencairan dana PIP yang seharusnya diterima setiap tahun.

‎“Anak saya penerima PIP dari tahun 2021, tapi baru tahun ini kartu PIP diberikan. Padahal di kartunya tertera dana sudah beberapa kali cair sejak 2021, dan kami orang tua tidak tahu sama sekali,” ujar F kepada wartawan.

‎F menuturkan, selama empat tahun terakhir ia hanya sekali menerima uang PIP sebesar Rp450.000.

‎Menurutnya, sebagian besar orang tua murid lain bahkan tidak pernah menerima dana bantuan tersebut.

‎“Yang lain malah belum pernah mendapat. Katanya, uangnya dibelikan seragam. Tapi saat anak saya masuk sekolah tahun 2019, seragam itu sudah diberikan sebelum ada PIP. Jadi, dulu seragamnya pakai uang apa? Sekarang alasannya dana PIP dipakai seragam,” tambahnya.

‎F menyebutkan, ada sekitar 21 siswa penerima PIP di sekolah tersebut.

‎Ia mengatakan banyak siswa tinggal bersama nenek atau kerabat sehingga orang tua tidak memahami prosedur bantuan pemerintah tersebut.

‎“Rata-rata wali murid tidak mengerti apa-apa. Kartu PIP memang dipegang pihak sekolah, tapi uangnya harus tetap diberikan kepada murid. Itu amanah, bukan untuk dibelanjakan sepihak,” tegasnya.***

Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.

Follow
Komentar
Bagikan:

Konten Iklan