Pengusaha Rokok di Madura Minta Pemerintah Segera Berlakukan Tarif Cukai Murah, Industri Lokal Terancam Lesu
NEWS, DIMADURA – Desakan kepada pemerintah pusat agar segera memberlakukan tarif cukai murah bagi industri rokok Madura semakin menguat. Kalangan pengusaha menilai kebijakan cukai yang terlalu tinggi berisiko membuat industri lokal kehilangan daya tahan dan mempersempit ruang legalitas usaha.
Owner CV Jawara International Djaya, H. Marsuto Alfianto, menegaskan dukungannya terhadap langkah Owner PR Cahaya Pro, H. Fathor Rosi, yang sebelumnya mengusulkan skema tarif cukai lebih terjangkau bagi pelaku industri tembakau Madura.
“Saya sepakat dengan PR Cahaya Pro. Sepakat tanpa syarat,” kata Alfian saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp dari Tanah Suci, Rabu (25/2/2026).
Usulan tersebut sebelumnya telah disampaikan langsung H. Fathor Rosi dalam pertemuan bersama Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa di Surabaya pada November 2025.
Dalam forum itu, Rosi menawarkan formulasi tarif cukai Sigaret Kretek Mesin (SKM) berada di kisaran Rp150 hingga Rp250 per batang, atau tetap di atas Sigaret Kretek Tangan (SKT) yang saat ini sebesar Rp122 per batang.
Menurutnya, angka tersebut merupakan hasil penyerapan aspirasi pelaku usaha rokok skala kecil dan menengah yang selama ini belum mampu masuk ke sistem legal akibat tingginya tarif cukai.
“Kami sampaikan kepada pengusaha rokok polos di Pamekasan. Mereka siap berpita cukai jika tarifnya Rp250 per batang. Kalau lebih tinggi, mereka tidak sanggup,” ungkap Rosi.
PR Cahaya Pro sendiri tercatat sebagai salah satu perusahaan rokok berpita cukai resmi dengan kontribusi besar terhadap penerimaan negara di wilayah Madura.
Dukungan terhadap gagasan tarif cukai murah juga datang dari Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman yang berkomitmen mengawal aspirasi pengusaha tembakau Madura hingga ke pemerintah pusat.
Data Bea Cukai Madura menunjukkan penerimaan cukai rokok justru melampaui target. Dari target Rp1,26 triliun, realisasi pendapatan menembus Rp1,7 triliun berkat kontribusi industri rokok legal.
Rosi menilai, kebijakan tarif cukai yang lebih realistis justru berpotensi memperluas basis industri legal sekaligus meningkatkan penerimaan negara secara berkelanjutan.
“Segera berlakukan tarif cukai murah. Insya Allah pengusaha rokok di Madura mau semuanya memakai pita cukai,” tegasnya.
***
Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.
Follow





