dimadura
Beranda Tomang Sumenep Sekda Agus Ultimatum Camat Ganding Usai Viral Sidak MBG Tak Pakai Masker

Sekda Agus Ultimatum Camat Ganding Usai Viral Sidak MBG Tak Pakai Masker

Foto: Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Sumenep, Agus Dwi Saputra. (Ari/Doc. Dimadura).

Cropped Cropped Dimadura Logo2 1 150X150 1NEWS SUMENEP, DIMADURA–Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Sumenep, Jawa Timur, Agus Dwi Saputra, menyatakan akan memberikan teguran kepada Camat Ganding terkait ketidakpatuhan penggunaan alat pelindung diri (APD) saat berada di area dapur program pemenuhan gizi.

‎Hal tersebut disampaikan menyusul beredarnya video inspeksi yang memperlihatkan pelanggaran standar kebersihan.

‎Agus menilai kejadian tersebut sebagai bentuk kelalaian yang masih dalam batas wajar sebagai kesalahan manusia.

‎Meski demikian, ia menegaskan bahwa peringatan tetap akan diberikan agar kejadian serupa tidak terulang.

‎“Namanya manusia tidak lepas dari lupa dan salah. Nanti akan kita ingatkan,” tutur  Agus saat ditemui di Kantor DPRD Sumenep. Jum’at (10/4/26).

‎Kasus ini mencuat setelah sebuah video berdurasi hampir tujuh menit diunggah melalui akun resmi TikTok Kecamatan Ganding.

‎Dalam video itu, terlihat kegiatan inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Sumenep di sejumlah dapur pada Kamis (2/4/2026).

‎Sidak tersebut menyasar dapur program MBG di wilayah Kecamatan Ganding dan Guluk-Guluk.

‎Tujuannya adalah memastikan proses pengolahan makanan serta standar kebersihan berjalan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

‎Dalam rekaman yang beredar, Camat Ganding, Abdul Khalid, terlihat memasuki area dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ketawang Larangan tanpa mengenakan masker, yang merupakan bagian dari prosedur wajib kebersihan.

‎Tim sidak sendiri terdiri dari berbagai unsur lintas sektor, di antaranya perwakilan pemerintah daerah, Asisten II Setkab Sumenep, Bappeda, Dinas Kesehatan P2KB, Forkopimcam setempat, serta perwakilan Badan Gizi Nasional Jawa Timur.

‎Menanggapi kejadian tersebut, Abdul Khalid mengakui bahwa tidak seluruh petugas menggunakan masker saat peninjauan berlangsung.

‎Ia beralasan bahwa pada saat sidak tidak terdapat aktivitas memasak di dalam dapur.

‎Menurut Abdul, sejumlah prosedur sterilisasi tetap diterapkan oleh sebagian petugas, seperti penggunaan alas kaki khusus serta mencuci tangan sebelum memasuki area dapur.

‎“Ada yang memakai masker dan ada yang tidak. Saat itu memang tidak ada kegiatan memasak, tetapi kami tetap melakukan sterilisasi seperti memakai sandal khusus dan mencuci tangan,” jelasnya.

‎Sementara itu, lanjut Agus menegaskan bahwa pihaknya telah memberikan peringatan kepada yang bersangkutan.

‎Ia menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aturan, terutama dalam lingkungan yang berkaitan dengan pengolahan makanan untuk masyarakat.

‎“Sudah kita ingatkan,” tambah dia.

‎Sebatas informasi, ketentuan itu merujuk pada Surat Edaran Nomor 1 Tahun 2026 yang diterbitkan Badan Gizi Nasional, yang mengatur standar keamanan dan kebersihan dalam proses produksi makanan bergizi.

‎Dalam aturan tersebut, pengawasan ketat terhadap seluruh rantai produksi dinilai krusial guna menjamin kualitas gizi dan keamanan pangan.

‎Salah satu fokus utama adalah pencegahan kontaminasi silang, termasuk yang berasal dari pihak luar atau pengunjung.

‎Setiap individu yang memasuki area dapur SPPG diwajibkan mematuhi prosedur standar, seperti melepas perhiasan, mengganti alas kaki, menggunakan masker dan penutup kepala, serta mencuci tangan dengan sabun sebelum masuk ke area pengolahan.***

Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.

Follow
Komentar
Bagikan:

Konten Iklan