Dinkes Sumenep Gelar Evaluasi Pelaksanaan Program PTM
NEWS SUMENEP, DIMADURA–Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menggelar pertemuan evaluasi pelaksanaan program Penyakit Tidak Menular (PTM) di De Baghraf Hotel Sumenep.
Kegiatan tersebut, diikuti oleh 62 peserta yang terdiri dari 31 kepala puskesmas dan 31 pemegang program PTM, baik dari wilayah daratan maupun kepulauan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes P2KB Sumenep, Achmad Syamsuri, mengatakan bahwa pertemuan tersebut bertujuan untuk meninjau pelaksanaan program PTM di masing-masing puskesmas.
“Evaluasi ini mencakup beberapa aspek, mulai dari pelaporan kegiatan, program yang telah dilaksanakan, hingga inovasi yang dilakukan puskesmas dalam meningkatkan capaian layanan kepada masyarakat,” jelas Syamsuri.
Ia menerangkan, kegiatan evaluasi ini rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari upaya mencapai target program yang telah ditetapkan. Namun, pada tahun ini evaluasi dilakukan lebih awal dari biasanya.
Menurut Syamsuri, percepatan evaluasi berkaitan dengan program tambahan cek kesehatan gratis (CKG) yang telah mulai dijalankan sejak 2025, tetapi dinilai belum optimal.
Salah satu kendala utama adalah masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatan secara rutin.
“Melalui evaluasi ini, kami juga mendorong agar masyarakat lebih proaktif datang ke puskesmas, meskipun dalam kondisi tidak sakit,” kata dia.
Selain pelayanan di fasilitas kesehatan, puskesmas juga didorong melakukan inovasi layanan jemput bola.
Salah satunya dengan menggelar kegiatan cek kesehatan gratis di tempat-tempat strategis, termasuk di masjid pada waktu subuh yang dihadiri banyak jamaahnya.
Di sisi lain, kata Syamsuri, Dinkes P2KB Sumenep telah melaksanakan skrining PTM bagi seluruh staf dinas kesehatan selama dua hari.
“Prioritas kami dalam beberapa bulan ke depan, sesuai arahan dan perintah Bupati, adalah memperluas pelaksanaan skrining penyakit tidak menular (PTM). Di internal, Dinas Kesehatan telah melaksanakan pemeriksaan kesehatan bagi seluruh staf selama dua hari,” tambah Syamsuri .
Ia menambahkan, instruksi tersebut juga telah disampaikan kepada seluruh kepala puskesmas agar kegiatan serupa diterapkan di masing-masing wilayah kerja.
“Dengan demikian, tidak hanya masyarakat yang menjadi sasaran pemeriksaan, tetapi juga seluruh tenaga kesehatan. Langkah ini penting untuk mendeteksi secara dini potensi penyakit yang mungkin ada dalam tubuh masing-masing,” pungkasnya.***
Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.
Follow




