DKPP Sumenep Usulkan Program Oplah 2026 Dukung Target Swasembada Pangan
NEWS SUMENEP, DIMADURA–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) kembali mengajukan Program Optimalisasi Lahan (Oplah) pada tahun anggaran 2026.
Langkah itu ditempuh untuk meningkatkan produktivitas sektor tanaman pangan, khususnya padi, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Program Oplah merupakan bagian dari kebijakan Kementerian Pertanian Republik Indonesia ditujukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian di berbagai wilayah sentra produksi.
Selain meningkatkan hasil panen, program tersebut juga diarahkan untuk mendukung target swasembada pangan nasional.
Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, mengatakan bahwa pengajuan kembali program itu didasarkan pada capaian positif pelaksanaan Oplah pada 2025.
Saat itu, kegiatan tidak hanya berfokus pada pengelolaan lahan, tetapi juga diikuti dengan pembinaan Brigade Pangan di sejumlah kecamatan.
“Pelaksanaan tahun lalu berjalan cukup baik, termasuk pembentukan Brigade Pangan di beberapa wilayah seperti Saronggi, Lenteng, dan Guluk-Guluk. Ini menjadi pijakan bagi kami untuk kembali mengusulkan program serupa di tahun 2026,” tutur dia, Senin (29/4/2026).
Untuk tahun mendatang, DKPP mengusulkan sejumlah kecamatan di daratan, yakni Gapura, Ganding, dan Batuan, sebagai lokasi pelaksanaan program.
Sementara di wilayah kepulauan, Kecamatan Arjasa juga masuk dalam daftar usulan.
Pria yang di sapa Ining tersebut menjelaskan, pada pelaksanaan sebelumnya, setiap titik program mendapatkan alokasi anggaran sekitar Rp46 juta.
Dana tersebut itu digunakan untuk pembangunan infrastruktur pendukung, seperti jaringan irigasi, serta penguatan kelembagaan petani melalui pembentukan Brigade Pangan.
Menurut Inung, Brigade Pangan memiliki peran strategis sebagai motor penggerak pengelolaan lahan pertanian secara lebih modern dan terorganisir.
Kelompok ini lanjut dia, berharap mampu mendorong penerapan teknik budidaya yang lebih efektif dan berorientasi pada peningkatan hasil serta nilai ekonomi.
“Ke depan jumlah Brigade Pangan akan terus ditambah. Mereka menjadi kunci dalam pengelolaan lahan berbasis keterampilan dan manajemen yang lebih profesional,” terangnya.
Melalui pengajuan program Oplah 2026, pihaknya berharap produksi padi di daerah tersebut dapat terus meningkat.
Selain memenuhi kebutuhan pangan lokal, peningkatan produksi juga diharapkan berkontribusi terhadap pencapaian target swasembada pangan nasional.
“Fokus utama program ini memang pada tanaman pangan, khususnya padi. Dengan optimalisasi lahan yang tepat, kami optimistis hasil produksi akan meningkat dan ketahanan pangan daerah semakin kuat,” tutup Inung.***
Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.
Follow




