DKPP Catat Realisasi Tanam Padi Sumenep 17 Persen
NEWS SUMENEP, DIMADURA–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, mencatat realisasi luas tanam padi hingga akhir Maret 2026 baru mencapai 6.340 hektare atau sekitar 17 persen dari target tahunan sebesar 36.580 hektare.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep, Chainur Rasyid, mengatakan capaian tersebut merupakan akumulasi kegiatan tanam sejak Januari hingga Maret 2026.
“Realisasi tanam sampai akhir Maret berada di kisaran 6.340 hektare dari total target tahun ini,” ucap Chainur, Senin (29/4/26).
Meski capaian tanam masih di bawah seperlima target tahunan, kinerja penyerapan gabah oleh Perum Bulog justru menunjukkan hasil positif.
Dari target pengadaan 600 ton, realisasi pembelian telah mencapai 666 ton atau melampaui rencana yang ditetapkan.
Menurut pria yang akrab disapa Inung, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari strategi jemput bola yang dilakukan Bulog bersama penyuluh pertanian dengan mendatangi langsung lokasi panen petani.
“Petugas Bulog bersama penyuluh turun langsung ke lapangan untuk menyerap gabah hasil panen petani,” kata dia.
Selain itu, harga gabah yang relatif stabil di tingkat petani turut mendorong peningkatan penjualan ke Bulog.
Kondisi ini, Inung menilai memberikan kepastian bagi petani dalam memasarkan hasil panennya.
Dari sisi pelaksanaan, program tanam dan penyerapan gabah berjalan tanpa kendala berarti.
Faktor cuaca yang cenderung mendukung selama masa panen ikut memperlancar proses di lapangan.
Atas capaian itu pihaknya berharap realisasi luas tanam padi dapat terus meningkat hingga akhir tahun dan berkontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan daerah.
”Kami pemerintah daerah akan terus mengintensifkan pendampingan melalui tenaga penyuluh pertanian serta menyediakan sarana produksi guna meningkatkan produktivitas,” tutur dia.***
Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.
Follow




