dimadura
Beranda Tomang Sumenep Akses Vital Terputus, Warga Pulau Giligenting Siap Swadaya Bangun Jembatan Ambles

Akses Vital Terputus, Warga Pulau Giligenting Siap Swadaya Bangun Jembatan Ambles

Kolase potret jembatan ambles di Desa Bringsang, Giligenting, Sumenep, yang kini digantikan jembatan darurat dari swadaya warga demi menjaga keselamatan dan kelancaran akses vital masyarakat. (Doc. dimadura.id)

Cropped Cropped Dimadura Logo2 1 150X150 1NEWS SUMENEP, DIMADURA — Akses utama penghubung aktivitas sosial dan ekonomi warga Pulau Giligenting terputus akibat jembatan ambles di Desa Bringsang, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep. Hingga kini, ketidakpastian jadwal pembangunan membuat warga kian lelah menunggu kejelasan dari pemerintah daerah.

Berbulan-bulan setelah kejadian, belum ada kepastian resmi kapan pembangunan jembatan tersebut akan direalisasikan.

Kondisi itu mendorong munculnya wacana pembangunan secara swadaya oleh masyarakat apabila Pemerintah Kabupaten Sumenep, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), tak kunjung memberikan kepastian tertulis.

Saat ini, warga hanya mengandalkan jembatan darurat berbahan kayu yang kondisinya terbatas dan hanya dapat dilalui kendaraan roda dua.

Sementara kendaraan roda empat terpaksa memutar melalui jalur alternatif dengan jarak tempuh yang jauh dan tidak efisien.

Alex, warga setempat, menyebut jembatan tersebut merupakan akses vital bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat di empat desa di wilayah Pulau Giligenting.

“Kalau terus dibiarkan seperti ini, warga siap patungan membangun sendiri. Ini akses utama. Tidak mungkin kami menunggu tanpa kepastian,” katanya, Minggu (11/1/2026).

Ia juga menyoroti tingginya risiko keselamatan akibat kondisi jembatan darurat, terutama saat air laut pasang. Letak jembatan yang berada di kawasan pesisir membuat badan jembatan kerap tergenang air laut.

“Kalau pas air pasang, air laut sudah sampai ke badan jembatan. Warga yang lewat harus diawasi. Ini sangat berbahaya,” katanya.

Sebelumnya, Dinas PUTR Sumenep menyampaikan bahwa pembangunan jembatan tersebut direncanakan pada tahun 2026 dengan sumber anggaran dari Bantuan Tidak Terduga (BTT). Namun hingga kini, belum ada kepastian terkait waktu pelaksanaan di lapangan.

“Untuk kepastiannya masih menunggu. Yang jelas di tahun 2026, karena anggarannya nanti baru masuk ke kami,” jelas Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTR Sumenep, Slamet Supriyadi, sebagaimana dilansir kabarbaru.

Sementara itu, Camat Giligenting, Abd Said, meminta warga tetap bersabar. Ia menyebut proses pembangunan masih berada dalam tahapan administrasi di internal Dinas PUTR.

“Informasi yang kami terima dari Dinas PUTR masih proses. Cuma belum tahu jadwal pastinya. Tapi menurut saya tentu dalam waktu dekat. Tidak akan sampai dua bulan,” ungkapnya, Sabtu (10/1/2026).

Meski demikian, warga berharap pemerintah daerah segera memberikan kepastian tertulis beserta jadwal pembangunan yang jelas.

Jika tidak, pembangunan jembatan secara swadaya disebut menjadi opsi terakhir demi menjaga keselamatan dan keberlanjutan akses vital masyarakat Pulau Giligenting. ***

Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.

Follow
Komentar
Bagikan:

Konten Iklan