Saat dikonfirmasi lebih lanjut, Faiq menyayangkan komentar yang ditulis akun PAC PDI Saronggi tersebut.
Ia menilai pernyataan itu seolah menempatkan peternak sebagai pihak yang menyampaikan informasi tanpa dasar.
"Kami peternak, jika dituduh dan diperlakukan seperti itu, maka cukup jelas mereka tak berpihak kepada kami. Mohon maaf dan terima kasih," kata Faiq, Kamis (27/8/2026).
Faiq menegaskan, dirinya tidak pernah membawa nama partai politik tertentu dalam penyampaian pendapatnya.
"Kami dituduh bicara tanpa data oleh akun resmi PAC PDI Saronggi. Mereka terlihat mengejek bahkan tertawa dalam komentarnya," ujarnya.
Menurut Faiq, argumentasi yang disampaikannya semata-mata berdasarkan kondisi yang dihadapi peternak di lapangan.
Ia menyebut persoalan yang dibahas adalah ketidaksesuaian antara harga yang ditetapkan pemerintah dan harga telur di pasar.
"Padahal, dalam argumentasi kami, tak sedikit pun menyinggung soal PDIP. Kami hanya menyampaikan kondisi yang terjadi di lapangan bahwa harga telur di pasar tidak sesuai dengan ketetapan harga dari kementerian," katanya.
Faiq mengaku heran atas tudingan tersebut. Dirinya mempersilakan pihak yang menganggap pernyataannya keliru untuk menunjukkan data pembanding.
"Cukup heran, sekelas PDIP menuduh atau menuding saya bicara tanpa data. Jika memang argumentasi saya dinilai salah, saya siap bertemu dan beradu argumentasi dengan mereka," ucapnya.

