Melalui kegiatan ini, santri memperoleh kesempatan memperdalam pemahaman tentang kaidah membaca Al-Qur’an.
Di bidang kajian kitab, pesantren mengembangkan Munaqasah Kitab Kuning dengan Metode Al-Fatih.
Kegiatan yang berlangsung setiap dua bulan itu menggunakan kitab Safinatun Najah dan Fathol Qarib di bawah bimbingan KH. Dr. Moch. Cholid Wardi, Program itu dirancang untuk memperkuat pemahaman santri terhadap khazanah keilmuan Islam sekaligus melatih kemampuan mereka menguraikan materi yang dipelajari.
Sementara itu, program One Hadith One Presentation memberikan ruang bagi santri untuk mempresentasikan lima hadis setiap pekan atau dua pekan sekali, terutama saat kunjungan orang tua.
Di bawah bimbingan Ny. Hj. Wiqayah Hilmi, kegiatan ini mengasah kemampuan komunikasi santri sekaligus memperluas keterlibatan keluarga dalam proses pendidikan.
Rangkaian program tersebut memperlihatkan pendekatan pendidikan pesantren yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi keagamaan.
Pembiasaan menghafal, memahami, dan menyampaikan pengetahuan menjadi bagian dari proses membangun kemandirian intelektual serta karakter santri.
Direktur Utama IBS PKMKK, Prof. Dr. Achmad Muhlis, menegaskan bahwa pendidikan Al-Qur’an tidak boleh berhenti pada kemampuan menghafal ayat.
Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus tercermin dalam pola pikir, tutur kata, dan perilaku sehari-hari.
Ia mengapresiasi para santri yang telah memperdengarkan hafalannya serta para pembimbing yang secara konsisten mendampingi proses pembelajaran.

