Duh seperti apakah kebahagiaan itu, bagaimana sikap kokohnya bisa menjadi air sumur yang menyucikan luka-lukanya?
Dada siapa yang tetap tegak Tidak goyah sekalipun nyawa jadi taruhannya Dada siapa yang tetap menuliskan: In lam yakun bika, 'alayya ghadobun Fa laa ubali! Fa laa ubali! Fa laa ubali!
“
Asal engkau tidak berduka atas hamba, Gusti! Maka hamba tidak akan peduli atas kesengsaraan apapun, atas bahaya apapun yang menimpa. Sebab belas kasihmu lebih besar ketimbang luka-luka yang ada
â€
Dada siapa yang paling memuat rasa kasih Rasa tak tega pada nasib kami semua
Dada siapa yang akan jadi obat penawar Ketika lukaku dan lukamu ini sesak dalam dada?
Dada siapa yang lebih purba rasa rindunya dibanding dada paling purnama menyingkap gelap hati dan alam dunia?
4 Juli 2024
Sekilas Ulasan Puisi "Dhadha se Eporak"
Puisi "Dhadha se Eporak" atau "Dada yang Terbelah" karya Khalil Tirta ini merupakan sebuah eksplorasi mendalam tentang kemanusiaan, iman, dan keberanian dalam menghadapi cobaan hidup.