BRIDA Sumenep Siapkan Riset Penanganan Banjir
NEWS DIMADURA, SUMENEP–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura Jawa Timur, melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) setempat, mulai mengambil langkah konkret dalam upaya mengatasi banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah di daerah kota keris setiap musim hujan.
Saat ini BRIDA diketahui, tengah mempersiapkan riset mendalam untuk mengidentifikasi akar masalah serta merumuskan strategi penanganan jangka panjang.
Langkah itu, menjadi tindak lanjut atas desakan dari DPRD Sumenep.
Sekretaris BRIDA Sumenep, Abd. Kahir, mengungkapkan pihaknya telah menyusun rencana awal untuk pelaksanaan riset tersebut.
Saat ini, BRIDA telah menjalin koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) sebagai bagian dari langkah persiapan teknis.
“Kami juga sudah menggelar rapat internal untuk menyusun kerangka kerja risetnya,” kata Kahir, Kamis (5/6/2025).
Ia menjelaskan, riset dijadwalkan mulai berjalan pada September atau Oktober mendatang.
Untuk memastikan kualitas kajian, BRIDA akan melibatkan perguruan tinggi dengan kompetensi di bidang kebencanaan dan tata kelola lingkungan.
Menurutnya, kajian akan mencakup wilayah hulu hingga hilir, yang dibagi menjadi dua klaster utama, yakni kawasan perdesaan meliputi Desa Sendir, Muangan, dan Patean serta kawasan perkotaan.
Abd. Kahir menegaskan, hasil dari penelitian ini nantinya tidak hanya menjadi bahan teknis semata, melainkan akan disusun dalam bentuk rekomendasi kebijakan (policy brief) yang akan disampaikan kepada perangkat daerah terkait.
“Harapan kami, riset ini mampu menjadi dasar ilmiah dalam penyusunan kebijakan maupun evaluasi program penanganan banjir di Sumenep,” ujarnya.
Diketahui bahwa masalah banjir yang melanda Sumenep dalam beberapa bulan terakhir telah mendapat sorotan dari Anggota Komisi I DPRD, Hairul Anwar, menilai BRIDA memiliki peran strategis dalam mendorong penyelesaian persoalan banjir secara ilmiah dan terukur.
”BRIDA harus bisa menghadirkan hasil kajian yang menjadi rujukan Pemkab dalam menyusun peta jalan penanganan banjir ke depan,” ujar Hairul kepada wartawan, Selasa (20/5/2025).
Menurut Hairul, upaya penanggulangan banjir tidak bisa dilakukan secara parsial.
”Ini diperlukan pendekatan berbasis riset agar solusi yang diambil menyasar akar persoalan, baik dari aspek tata ruang maupun kondisi hidrologis wilayah,”tegasnya.***
Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.
Follow


