BUDAYA, DIMADURA — Rombongan grup Musik Tongtong Angin Ribut asal Sumenep tiba di Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Senin, 5 Oktober 2026. Mereka bersiap tampil dalam rangkaian MotoGP Mandalika 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit.
Musik Tongtong Angin Ribut dijadwalkan mengisi Rider Parade MotoGP Mandalika pada 7 Oktober 2026, membawa kesenian tradisional Madura ke tengah perhelatan otomotif yang disaksikan penonton dari berbagai daerah hingga mancanegara.
Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) menampilkan Musik Tongtong Angin Ribut dalam agenda tersebut.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan musik tongtong memiliki karakter kuat yang lahir dari kreativitas masyarakat Madura. Kesenian tersebut juga merepresentasikan semangat kebersamaan masyarakat.
“Kami bangga musik tongtong Sumenep bisa tampil di Mandalika karena membawa identitas, sejarah dan kebanggaan masyarakat Madura ke panggung yang disaksikan masyarakat dari berbagai daerah, bahkan mancanegara,” kata Fauzi, Senin (5/10).
Menurut Fauzi, kehadiran musik tongtong dalam rangkaian MotoGP menunjukkan keterhubungan antara pelestarian budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif.

“Yang jelas, Musik Tongtong hadir pada momentum MotoGP menunjukkan bahwa pelestarian budaya bisa berjalan seiring dengan perkembangan pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujarnya.
Fauzi berharap momentum tersebut turut memperkenalkan potensi Sumenep lainnya, seperti pariwisata, kuliner, produk ekonomi kreatif, dan komoditas unggulan daerah.
“Musik tongtong bergema di Mandalika, membawa warna Madura, mengangkat nama Sumenep, dan memperlihatkan bahwa budaya lokal memiliki panggung yang luas di tengah dunia yang terus berubah,” kata Fauzi.
Kepala Disbudporapar Sumenep Faruk Hanafi mengatakan penampilan Musik Tongtong Angin Ribut di Mandalika menjadi penanda kehadiran budaya kesenian daerah ke ruang publik yang lebih luas.

