JAKARTA, DIMADURA–Satu per satu nama dipanggil ke hadapan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026. 

Mereka mengucapkan sumpah jabatan di tengah perubahan sejumlah pos penting pemerintahan. 

“Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya, demi darmabakti saya kepada bangsa dan negara,” kata Prabowo saat mendiktekan bagian sumpah jabatan di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (1/10/2026).

Sebanyak 18 pejabat dilantik dalam perombakan kabinet yang menjadi yang ketujuh sejak Prabowo memimpin pemerintahan.

Perubahan itu tidak hanya menyentuh kursi menteri. Pucuk pimpinan Kepolisian Negara Republik Indonesia ikut berganti. 

Komjen Suyudi Ario Seto dilantik sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Pada saat yang sama, Komjen Wahyu Hadiningrat dipercaya sebagai Wakapolri menggantikan Komjen Dedi Prasetyo. 

Pelantikan keduanya didasarkan pada Keppres Nomor 96/POLRI dan 97/POLRI Tahun 2026.

Pergantian itu sekaligus memindahkan Listyo Sigit dari pucuk kepolisian ke lingkungan Istana. 

Mantan Kapolri tersebut dilantik sebagai Kepala Staf Kepresidenan, menggantikan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman. Dudung kemudian menempati kursi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan.

Di tingkat kementerian koordinator, Bahlil Lahadalia mendapat posisi baru sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi.