Bupati Sumenep dan DKPP Tinjau Padi Varietas Unggul HMS 700, Produksi Capai 14 Ton per Hektare
NEWS SUMENEP, DIMADURA–Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo meninjau langsung lahan uji coba padi varietas unggul HMS 700 di Dusun Lambeu, Desa Parsanga, Kecamatan Kota Sumenep, Rabu (6/8/2025).
Varietas ini digadang mampu menghasilkan panen hingga 14 ton per hektare, jauh di atas rata-rata produksi padi lokal.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk mendorong inovasi pertanian sebagai strategi peningkatan produktivitas di tengah berkurangnya luas lahan sawah.
Turut mendampingi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep Chainur Rasyid bersama jajaran dinas terkait.
Bupati Fauzi bersama rombongan meninjau hamparan sawah HMS 700 yang tengah memasuki masa panen uji coba.
Dari pengamatan awal, varietas ini dinilai mampu menghasilkan panen dua hingga tiga kali lipat dibanding padi lokal.
Usai menelusuri area persawahan, Fauzi menyempatkan diri duduk lesehan di tepi jalan bersama para petani sambil menikmati sarapan dan secangkir kopi.
Dalam suasana santai itu, ia menyampaikan apresiasi terhadap langkah progresif DKPP yang berani menguji varietas baru.
“Lahan sawah kita memang berkurang, tapi produksi bisa terus ditingkatkan. Inovasi seperti ini harus terus kita dorong,” ujar Fauzi, Kamis (6/8/2025).
Ia menambahkan, terobosan pertanian tersebut sejalan dengan visi Presiden Prabowo untuk mewujudkan swasembada pangan nasional.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi dan inovasi merupakan kunci dalam menjaga ketahanan pangan, khususnya di tengah keterbatasan lahan.
Sementara itu, Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid menjelaskan bahwa HMS 700 ditanam di lahan warga seluas setengah hektare secara mandiri tanpa pestisida kimia.
Hasilnya, tanaman tumbuh subur dengan bulir padi padat dan kondisi tetap sehat.
“Dari hasil pengamatan lapangan, potensi produksinya minimal 10 ton per hektare, bahkan bisa mencapai 14 ton,” kata Chainur.
Sebagai perbandingan, produksi padi di Sumenep saat ini rata-rata hanya 5,9 ton per hektare.
Dengan keunggulan umur panen singkat sekitar 90 hari, gabah berwarna kuning mengkilap, tekstur beras pulen, serta ketahanan terhadap rebah dan hama, varietas HMS 700 dinilai memiliki prospek besar untuk dikembangkan lebih luas.
Ia berharap uji coba ini menjadi langkah awal kebangkitan produktivitas padi di Sumenep.
”Inovasi benih unggul seperti HMS 700 diharapkan menjadi solusi nyata dalam menjawab tantangan ketahanan pangan di masa depan,”tutup dia.***
Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.
Follow




